Minggu, 16 Agustus 2026

Kompak Kenakan Seragam Merah Putih, Ribuan Pengunjung Pengajian di Jombang Lantunkan Shalawat Peringati HUT RI dan Doakan Kesuksesan Muktamar NU 2026

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:55 WIB
Para pengunjung pengajian tampak mengenakan seragam merah putih. (As'ad Choirudin/SketsaNusantara.id)
Para pengunjung pengajian tampak mengenakan seragam merah putih. (As'ad Choirudin/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Ribuan jamaah memadati kegiatan Gebyar Shalawat, Sabtu 15 Agustus 2026, malam. Bahkan, mayoritas jamaah meluber ke jalan poros kecamatan sehingga terpaksa harus ditutup.

Acara berlokasi di Masjid Al-Karomah, Dusun Tebon, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Jombang ini digelar Jamiyah Sholawat Nahdlatul Ulama (JASNU). Tampak hadir jajaran pengurus tanfidziyah dan syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek.

Hadir pula KH Ahmad Nurul Fuad, Wakil Ketua PCNU Jombang. Termasuk jajaran perangkat Desa Kayangan.

Baca Juga: Pawai Budaya, SMA Negeri 3 Nganjuk Angkat Kejayaan dan Kemegahan Mataram Kuno Era Sri Maharaja Rakai Pikatan

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan khatmil Qur'an. Selepas jamaah lsya' dilanjutkan dengan dzikir dan berdoa bersama yang dipimpin KH Syarifuddin.

Sekretaris MWCNU Diwek, Muhammad Ridwan mengatakan, JASNU rutin menggelar Gebyar Shalawat setiap hari Sabtu Wage malam Minggu Kliwon. "Jamaahnya dari seluruh warga NU di Kecamatan Diwek," ujarnya.

Pria berkacamata ini menambahkan, khusus kali ini, JASNU juga digelar untuk memperingati HUT Rl. "Termasuk mendoakan agar Muktamar NU di Tambakberas nanti berjalan lancar, barokah dan semua gembira," tambahnya.

Baca Juga: 5.000 Pasukan Pagar Nusa Jatim Malam Ini Digembleng untuk Pengamanan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang

Hal senada disampaikan KH Hamdi Sholeh, Ketua MWCNU Diwek. "Tidak mudah memperoleh kemerdekaan ini, perjuangannya sampai harus mengalirkan darah," ujarnya.

Dia mengajak jamaah untuk mengisi kemerdekaan dengan peran positif. "Termasuk menjalankan perintah agama, terutama melaksanakan shalat," pesannya.

Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Nur Hadi menjelaskan pentingnya bersyukur atas nikmat yang sudah diterima. "Nikmat bisa bernafas itu besar buat manusia, padahal itu paling kecil menurut Allah," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Megathrust, Ini Penjelasan BMKG Terkait Gempa NTT 7,7 SR, Pelepasan Energi Besar di Patahan Busur Belakang Flores Picu Terjadinya Tsunami

Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh ini menambahkan, Allah memberikan nikmat terbesar di alam semesta. "Allah menciptakan Kanjeng Nabi Muhammad, maka kita harus perbanyak baca shawalat sebagai bukti cinta kepada beliau," tambahnya.

Kiai muda akrab disapa Mbah Bolong ini mendorong jamaah memperoleh keberkahan dari peringatan maulid Nabi. "Maka harus banyak manusia yang diundang, dibacakan ayat-ayat al-Quran, dikisahkan perjuangan Nabi dan menyediakan makanan," pesannya.

Halaman:

Editor: As'ad Choirudin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X