Selain itu, Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) juga mengajak masyarakat untuk membanru warga terdampak bencana di NTT dan Sulawesi.
JK menyebut sejumlah relawan PMI telah menyiapkan langkah penanganan darurat dan bergerak membantu proses penanganan dan pemulihan warga terdampak.
"Gempa di NTT, tentunya ini masalah kemanusiaan dan kita harus prihatin dengan ikut membantu masyarakat yang ada di sana," kata JK dalam unggahan di akun Instagram PMI.
"Bagi masyarakat yang ingin membantu mereka, dapat disalurkan lewat PMI. Mari kita bergerak semuanya, PMI akan sebisa mungkin meringankan kesulitan-kesulitan masyarakat yang terdampak bencana," pesannya.
Sebagaimana diketahui, guncangan gempa bumi dengan kekuatan besar berdampak merusak yang memicu terjadinya tsunami di Flores, Labuan Bajo, hingga Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi bangunan di sekitar yang mengalami kerusakan parah. Terlihat dinding bangunan rumah warga, hotel, gereja hingga masjid runtuh akibat getaran gempa yang begitu kuat.
Sementara itu, tak sedikit pula warga yang mengungsi ke tempat aman. Setelah peringatan dini tsunami dari BMKG, masyarakat meninggalkan rumah masing-masing menuju posko pengungsian hingga mencari tempat lebih tinggi untuk menyelamatkan diri dari terjangan tsunami.
BMKG mencatat gelombang tsunami tiba sekitar 10 menit pasca gempa 7,7 SR di dengan ketinggian 0,20 meter hingga 0,94 meter yang menerjang Pelabuhan Kewapante-Sikka, Flores TImur, Labuan Bajo, Ende, Bulukumba hingga Baubau, Sultra dan Selayar, Sulsel.
Meski BMKG sudah resmi mencabut peringatan dini tsunami, warga tetap dihimbau untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan dan menghindari sementara bangunan rusak.
Hingga kini, BMKG mencatat terjadinya gempa susulan hingga lebih dari 100 kali yang masih membuat masyarakat ketakutan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Berdasarkan informasi yang beredar, dilaporkan setidaknya ada 5 korban meninggal dengan 2 diantaranya ada di Sikka dan 3 di Maggarai, NTT.
Guncangan dahsyat juga merusak sejumlah ruas jalan di Flores dan memicu terjadinya longsor. Pemerintah menyatakan akan terus memantau situasi, berkoordinasi dengan Basarnas, BMKG, BNPB, serta Gubernur NTT untuk penanganan pascagempa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Solidaritas Tanpa Batas, Shin Tae-yong Salurkan Donasi Korban Banjir Aceh Tamiang Lewat Hantam Bola Indonesia
Aksi Solidaritas Pelajar Jember: Himpunan Musyawarah OSIS Salurkan Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
5 Fakta Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah di Indonesia, Dipicu Gempa Filipina hingga Arahan BMKG
Gempa 7,1 SR Kumamoto Jepang Berpusat di Darat, Mengapa Bisa Berpotensi Terjadi Tsunami? Berikut Penjelasannya dan Dampak bagi Indonesia
NTT Diguncang Gempa 7,7 SR, Terjadi Tsunami dengan Ketinggian hampir 1 Meter di Flores hingga Baubau Sultra, Begini Update Kondisinya
Bukan Megathrust, Ini Penjelasan BMKG Terkait Gempa NTT 7,7 SR, Pelepasan Energi Besar di Patahan Busur Belakang Flores Picu Terjadinya Tsunami