Sabtu, 15 Agustus 2026

Pinjaman Rp 786,57 Miliar Pemkab Jember Dinilai Sebagai Langkah Strategis

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:53 WIB
Pengamat Hukum Anasrul. (Dok Diskominfo Jember)
Pengamat Hukum Anasrul. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id - Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam mengajukan dana pinjaman daerah sebesar Rp786,573 miliar ke BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), menuai tanggapan dari pakar hukum publik.

Kebijakan fiskal tersebut dipandang sebagai keputusan rasional dan terukur, untuk memacu percepatan pembangunan infrastruktur di tengah ruang anggaran daerah yang terbatas.

Pengamat Hukum Publik sekaligus Konsultan Hukum, Anasrullah, menegaskan bahwa skema utang daerah yang dirancang dalam KUA-PPAS APBD 2027 tersebut murni bertujuan untuk investasi aset produktif, bukan menutupi pengeluaran rutin pemerintah.

Baca Juga: Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Retribusi Parkir, Komisi C DPRD Jember Targetkan Pendapatan Capai Rp23 Miliar

"Kebijakan ini adalah bentuk pengelolaan keuangan publik yang cerdas untuk menyeimbangkan defisit. Dana tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk pembangunan fisik jangka panjang yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga," ujar Anasrul dalam kajian tertulisnya.

Proyeksi APBD Jember tahun 2027 mencatat estimasi belanja sebesar Rp5,5 triliun, sementara pendapatan daerah diprediksi berada di angka Rp4,5 triliun. Defisit senilai Rp1 triliun tersebut rencananya ditutup melalui alokasi SiLPA sebesar Rp200 miliar dan pembiayaan pinjaman dari PT SMI.

Dalam analisisnya, Anasrul menyoroti faktor time value of money. Laju kenaikan harga di sektor pekerjaan umum per pertengahan 2026 mencapai 2,22 persen per bulan (sekitar 26,64 persen per tahun). Angka ini jauh melebihi beban bunga pinjaman PT SMI yang dipatok 6 persen per tahun.

Baca Juga: Poin Krusial Pidato Presiden Prabowo, Bupati Jember Gus Fawait Pastikan Pelayanan Dasar Masyarakat Terpenuhi

Artinya, apabila Pemkab menunda proyek selama dua tahun, potensi pembengkakan biaya akibat inflasi konstruksi diperkirakan mencapai Rp474,7 miliar.

Sementara itu, total bunga pinjaman selama kurun empat tahun hanya sekitar Rp117,98 miliar. Dengan mengeksekusi proyek lebih awal, Pemkab Jember berpotensi menghemat anggaran daerah hingga Rp356,71 miliar.

Suntikan dana pembiayaan Rp786,573 miliar tersebut akan didistribusikan secara terfokus ke dalam tiga sektor utama.

Baca Juga: Usai Tutup Gerai Miras, Pemkab Jember Segera Revisi Perda Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol: Lebih Diperketat

Infrastruktur Jalan (Rp400 Miliar): Digunakan untuk perbaikan 527,68 kilometer jalan kabupaten. Pembenahan ini diproyeksikan menekan biaya distribusi hasil panen masyarakat hingga Rp54,75 miliar tiap tahunnya.

Penerangan Jalan Umum (Rp200 Miliar): Dialokasikan untuk pemasangan 12.400 unit PJU tenaga surya di 248 desa/kelurahan. Langkah ini ditargetkan mampu memicu aktivitas ekonomi malam hari dengan estimasi perputaran uang UMKM mencapai Rp297,6 miliar per tahun.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X