Senin, 29 Juni 2026

Prabowo Ungkap Dampak Perang Nuklir bagi Indonesia, Singgung Bahaya AI yang Disebut Sudah Punya Chat Room dan Bahasa Sendiri

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 28 Juni 2026 | 20:00 WIB
Potret Presiden Prabowo. (Instagram/prabowo)
Potret Presiden Prabowo. (Instagram/prabowo)

SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto menyinggung berbagai tantangan global yang dinilai perlu mendapat perhatian. Dalam salah satu pemaparannya, ia mengingatkan bahwa Indonesia tetap dapat merasakan dampak konflik dunia meski menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

Selain membahas ancaman perang nuklir, Prabowo juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan telah memasuki fase baru.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan bersama sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta Convention Center (JCC).

Baca Juga: Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo Soal 4 Kali Tak Dapat Mandat, Tegaskan Bukan Kalah Pilpres dan Bukan Sindiran

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak memihak kepada negara atau kekuatan mana pun. Meski demikian, menurutnya, dampak konflik berskala besar tetap dapat dirasakan oleh seluruh dunia.

“Kita tidak bertikai, kita tidak bermusuhan sama siapa, tapi kalau ada perang nuklir di satu belahan dunia, kita akan kena dampaknya,” kata Prabowo.

Ia kemudian menjelaskan bahwa perkembangan teknologi selalu menghadirkan dua sisi. Di satu sisi, teknologi mampu memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat menimbulkan risiko apabila tidak dimanfaatkan secara tepat.

Baca Juga: Prabowo Klaim Tahu Pihak yang Bayar Demo, Dudung Abdurachman Pastikan Presiden Punya Informasi Akurat

Prabowo mencontohkan pemanfaatan teknologi nuklir yang memiliki berbagai kegunaan. Menurutnya, nuklir dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, mendukung bidang kesehatan, hingga membantu sektor pertanian.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa teknologi yang sama dapat digunakan sebagai senjata dengan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan manusia.

Selain membahas nuklir, Prabowo turut menyoroti perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Ia mengatakan bahwa para pengembang AI juga pernah menyampaikan peringatan mengenai potensi risiko dari teknologi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut dunia kini telah memasuki era Agent AI. Menurutnya, sistem tersebut mampu bekerja untuk individu, kelompok, perusahaan, organisasi, maupun kepentingan negara.

Ia juga mengungkapkan informasi yang diterimanya mengenai jumlah Agent AI di dunia. Prabowo menyebut angkanya telah mencapai jutaan dan terus bertambah dalam waktu singkat.

“Konon kabarnya sekarang sudah ada 5 juta AI, Agent AI, 5 juta. Mungkin 5 juta itu tiga minggu lalu. Dan mereka katanya sudah punya apa itu namanya chat room sendiri. 5 juta ini berbicara sendiri dalam bahasa kode mereka sendiri,” ujar Prabowo.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X