Kamis, 9 Juli 2026

Kapan Idul Adha 2026? Arab Saudi Tetapkan Lebaran Haji 27 Bersamaan dengan Indonesia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 21 Mei 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi Hari Raya Idul Adha 2026. (Pexels/Esra Kaya )
Ilustrasi Hari Raya Idul Adha 2026. (Pexels/Esra Kaya )

SketsaNusantara.id - Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan tersebut diumumkan setelah proses pemantauan hilal Dzulhijjah dilakukan di masing-masing negara.

Selain menetapkan Idul Adha, Mahkamah Agung Arab Saudi juga mengumumkan jadwal wukuf di Arafah. Puncak ibadah haji tahunan itu akan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026.

Keputusan tersebut menjadi perhatian umat Islam di berbagai negara. Penetapan awal Dzulhijjah juga menjadi dasar pelaksanaan puasa Tarwiyah, puasa Arafah, hingga ibadah kurban.

Baca Juga: Sapi Kurban Dewi Perssik Capai 2,4 Ton, Disalurkan ke Jakarta hingga Jember Saat Idul Adha 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi mengumumkan bahwa Senin, 18 Mei 2026 menjadi awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriyah. Penetapan dilakukan setelah pengamatan hilal dan sidang penentuan awal bulan hijriah.

Komite Penentuan Hilal Mahkamah Agung Arab Saudi menggelar sidang pada Ahad malam. Sidang tersebut membahas laporan kesaksian terkait penampakan hilal Dzulhijjah.

Dari hasil sidang itu, Mahkamah Agung menetapkan wukuf di Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara Hari Raya Idul Adha diputuskan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

Baca Juga: Inilah Sejarah Larangan Menyembelih Sapi di Kudus saat Idul Adha, Ternyata Bagian dari Warisan Dakwah Bijak Sunan Kudus

“Mahkamah Agung juga memohon kepada Allah agar memudahkan para jamaah haji dalam melaksanakan ritual haji dengan lancar dan nyaman.”

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama juga menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriyah pada Senin, 18 Mei 2026. Keputusan tersebut diumumkan usai sidang isbat yang digelar di Jakarta.

Sidang isbat dilakukan setelah Kemenag menerima laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah. Pemantauan hilal dilakukan di 88 titik di seluruh Indonesia.

Berdasarkan laporan yang diterima, hilal terkonfirmasi terlihat di Kabupaten Labuhan. Dua perukyat yang melaporkan penampakan hilal adalah KH Soeudul Azkar dan Zarkasyi.

Laporan tersebut kemudian disahkan setelah proses sumpah dilakukan di Pengadilan Agama Labuhan. Pemerintah selanjutnya menetapkan awal Dzulhijjah berdasarkan hasil hisab dan rukyat.

“Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat, disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 jatuh pada Senin 18 Mei 2026.”

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: mui.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X