SketsaNusantara.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi sampaikan permohonan maaf kepada publik.
Sebelumnya, Arifah Fauzi menyatakan agar gerbong wanita berada di tengah, pasca insiden kecelakaan maut KRL dengan KA Argo Bromo di Bekasi.
Pernyataannya inilah yang menuai pro kontra masyarakat.
Tak sedikit masyarakat yang menilai pernyataan Menteri PPPA ini mengganti posisi gerbong wanita dengan gerbong pria.
Permohonan Maaf Arifah Fauzi
Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @arifah.fauzi, ia meminta maaf atas pernyataannya tersebut.
Arifah menyadari bahwa ucapannya beberapa waktu lalu kurang tepat.
"Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,"
"Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat," katanya.
Ia sadar jika pernyataannya justru menyinggung pihak lain, terlebih para laki-laki.
"Khususnya para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,"
Artikel Terkait
Geger Blokade Jalur Kereta di Bandar Lampung, Warga Letakkan Rel Bekas, Kini Dilaporkan KAI
Bukan KA Sangkuriang, Inilah Rute Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Total Jarak Tempuh hingga 1.031 KM!
Viral Penumpang Masak Mie Instan dalam Kereta hingga Ditegur KAI, Ini Aturan dan Resiko Bahaya Penggunaan Alat Elektronik Berdaya Tinggi dalam Kereta
5 Fakta Kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi: Berawal dari Taksi Mogok hingga Terjadi Tabrakan Beruntun Antar Kereta, Puluhan Orang Terluka
5 Fakta KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrak KRL di Bekasi, Kereta dengan Waktu Tempu Tercepat di Indonesia, Ini Rute dan Harga Tiketnya