BMKG juga menjelaskan bahwa fenomena terkait meteor atau antariksa merupakan kewenangan dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).
Kajian lebih lanjut dilakukan Peneliti Astronomi BRIN, yang mengungkap bahwa benda langit yang terekam dalam video viral merupakan meteor atau sampah antariksa yang jatuh ke Bumi.
Analisa terkait benda bercahaya yang melintas di langit disertai suara dentuman keras, merupakan meteor berukuran cukup besar dan jatuh di Laut Jawa.
"Bisa menyimpulkan bahwa itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35-18.39 WIB," kata Professor Thomas Djamaluddin, Peneliti Astronomi BRIN.
Dijelaskan bahwa suara cukup keras terjadi gesekan saat meteor memasuki atmosfer lebih rendah di bumi dan terjadi gesekan yang menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman.
"Meteor (kemungkinan) jatuh di Laut Jawa, masih dekat dengan Cirebon," ucap Thomas Djamaluddin.
Di sisi lain, beberapa pakar antariksa berpendapat bahwa benda asing yang melintas di langit Cirebon bukan meteor melainkan sampah antariksa.
"Kalau melihat dari video yang terlihat sepintas, terlihat bola api putus-putus, kemungkinan itu bukan meteor tapi sampah antariksa yang habis di langit karena bergesekan dengan atmosfer bumi," katanya.
BMKG juga mengonfirmasi terjadinya getaran ringan dengan melihat seismograf saat peristiwa terjadi.
Meski begitu, pihaknya menghimbau agar masyarakat tak perlu panik, karena tak ada tanda-tanda terjadi gempa. Seismograf mencatat getaran ringan di Cirebon yang masih ditelusuri penyebabnya.
Sebelum fenomena ini terjadi, Peneliti Astronomi BRIN sebelumnya juga mengungkap bahwa hujan meteor akan sering terjadi pada bulan Oktober 2025 yang bisa terlihat di langit Indonesia.
Baca Juga: Catat Urutan Fenomena Astronomi pada Mei 2025, Ada Hujan Meteor dan Parade Planet
Artikel Terkait
Viral, Fenomena Unik Gumpalan Putih dari Langit Mendarat di Kalimantan Tengah Mirip 'Awan Kinton' Dragon Ball, Begini Penjelasan BMKG
Ngeri! Awan Cumulonimbus Selimuti Jember Disertai Hujan Deras dan Angin Kencang, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca di Awal Peralihan Musim
Trending X! Suara Gemuruh Terdengar Keras Saat Bogor Diguncang Gempa 4,1 SR yang Memicu Kerusakan Rumah Warga, Begini Penjelasan BMKG
Apa Itu Cloud Iridescence? Viral Fenomena Pelangi di Atas Awan Terjadi di Pangandaran, Ternyata Berdampak Buruk bagi Lingkungan, Ini Penjelasannya
Gempa 6,3 Magnitudo Guncang Bengkulu, BMKG Ungkap Penyebab hingga Potensi Terjadinya Tsunami, Berpusat di Zona Megathrust?
Analisis BMKG Terkait Gempa Bumi 6,5 SR yang Mengguncang Sumenep Madura, Terpantau Puluhan Kali Terjadi Gempa Susulan dan Tidak Berpotensi Tsunami