Minggu, 5 Juli 2026

Pernikahan Jeff Bezos dan Lauren Sanchez di Venesia Picu Protes Warga: 'No Space for Bezos' Sorot Over Tourism dan Ketimpangan Sosial

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Rabu, 2 Juli 2025 | 20:21 WIB
Pernikahan Jeff Bezos dan Lauren Sanchez memicu protes warga lokal karena dianggap menimbulkan ketimpangan sosial. (Instagram/jeffbezos)
Pernikahan Jeff Bezos dan Lauren Sanchez memicu protes warga lokal karena dianggap menimbulkan ketimpangan sosial. (Instagram/jeffbezos)

 

SketsaNusantara.id - Pernikahan mewah miliarder Jeff Bezos dengan Lauren Sanchez di Venesia selama tiga hari (26-28 Juni) tidak hanya dihadiri oleh A-list global tetapi juga memicu protes warga lokal.

Dilansir dari halaman indiatimes.com, warga merasa kota bersejarah mereka semakin “dikomersialkan”.

Demonstrasi mengangkat slogan seperti “No space for Bezos” dan “Eat the rich”, menyoroti masalah over tourism, kenaikan biaya hidup, dan kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Inilah Pernyataan Naysila Mirdad Soal Rencana Pernikahan dengan Arfito Hutagalung, Sang Ibu Turut Beri Respon

Dikutip dari businessinsider.com, Pernikahan Bezos dan Sanchez yang diadakan di berbagai lokasi eksklusif di Venesia, seperti San Giorgio Maggiore dan Arsenale, menjadi pemicu demonstrasi besar.

Berdasarkan pantauan SketsaNusantara.id, ratusan warga dan aktivis menggelar protes simbolis dengan spanduk dan aksi teatrikal di kanal dan pusat kota.

Jeff Bezos merupakan pendiri Amazon dan salah satu orang terkaya di dunia. Sedangkan istrinya, Lauren Sanchez, merupakan seorang jurnalis.

Baca Juga: Bocor Tanggal Pernikahan Gunawan Dwi Cahyo, Netizen Singgung Kasus Lama Perselingkuhannya: Mas Kawinnya Seperangkat Cilok!

Berdasarkan informasi dari euronews.com, acara pernikahan mereka berlangsung dari 26 hingga 28 Juni 2025. Protes memuncak di hari terakhir, Sabtu 28 Juni, saat pasangan pengantin berpindah lokasi perayaan ke Arsenale.

Beberapa acara digelar di Pulau San Giorgio Maggiore, kemudian dipindahkan ke Arsenale. Demo berlangsung di pusat kota, termasuk St. Mark’s Square, Rialto Bridge, hingga kanal-kanal utama.

Warga khawatir acara ultra-luxury ini memperparah masalah kepadatan wisata, harga hunian meroket, serta kerusakan lingkungan di kota yang hanya ditinggali sekitar 50.000 jiwa.

Dilansir dari situs reuters.com, aksi ini dianggap simbol ketimpangan ekonomi dan eksploitasi ruang publik.

Ribuan orang meneriakkan slogan seperti “No Bezos, No War” dan “Eat The Rich”. Ada spanduk tergantung di menara lonceng dan kanal, bahkan demonstrasi teatrikal menggunakan perahu.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X