SketsaNusantara.id - Serangga Tomcat kembali menjadi perhatian publik terutama bagi warga Jember, Jawa Timur setelah ditemukan di area Alun-Alun Jember.
Informasi ini pertama kali disampaikan oleh seorang warganet melalui unggahan akun Facebook Feri Penx Jr. pada hari Minggu, 29 Desember 2024 yang kemudian disebarkan akun Instagram @kabarjemberan.
Dalam unggahannya, Feri mengingatkan pengunjung untuk berhati-hati sebelum duduk dan selalu memeriksa area sekitar ketika berkunjung ke Alun Alun Jember agar terhindar dari gigitan tomcat.
Baca Juga: Nasib Pilu Bayi Laki-Laki di Jember, Diduga Dibuang di Semak-Semak Berduri hingga Alami Luka Gores
Serangga ini sempat viral pada tahun 2012 lalu yang menyerang di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Sidoarjo.
Kala itu, koloni serangga tomcat dalam jumlah besar menyerang rumah-rumah warga sehingga menyebabkan iritasi dan peradangan pada kulit yang cukup parah seperti terkena luka bakar.
Lantas, apa itu serangga tomcat? Bagaimana gejala dan cara mengatasi gigitan serangga ini serta pencegahannya?
Baca Juga: Jelang Pelantikan, Bupati Terpilih Gus Fawait Terus Indentifikasi Persoalan di Jember
Tomcat, atau dikenal dengan nama latin Paederus fuscipes, merupakan serangga kecil yang sekilas mirip semut.
Serangga yang dikenal dengan semut semai ini bentuk tubuhnya lebih ceper dan memiliki warna khas hitam serta oranye.
Nama "Tomcat" sendiri diberikan warga sekitar pada serangga semut semai karena bentuk tubuhnya yang menyerupai pesawat tempur F-14 Tomcat.
Baca Juga: DPC Gerindra Jember Berhasil Menangkan Pilkada Serentak, Ahmad Halim: Kita Akan Kawal Kebijakannya
Serangga ini biasanya hidup di area persawahan sebagai pengendali hama padi. Namun, pada beberapa kasus, Tomcat dapat berpindah ke lingkungan manusia, termasuk rumah-rumah warga bahkan area terbuka seperti Alun-Alun Jember.