SketsaNusantara.id - Perayaan malam tahun baru identik dengan perayaan pesta kembang api yang memukau.
Pada malam menjelang pergantian tahun, langit dihiasi ledakan warna-warni kembang api yang dinyalakan dari berbagai belahan dunia yang menjadi simbol kegembiraan dan harapan menyambut tahun baru.
Namun, di balik keindahan tersebut, tersembunyi ancaman serius terhadap lingkungan. Kembang api juga ikut mempengaruhi kesehatan manusia, dan ekosistem global di Bumi.
Lantas, apa saja dampak yang ditimbulkan dari menyalakan kembang api? Apa pengaruhnya bagi kesehatan tubuh manusia?
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman IQAir, fireworks atau kembang api sejatinya terbuat dari campuran bahan kimia yang dikemas dalam tabung yang mengandung bahan peledak.
Saat kembang api dinyalakan akan mengeluarkan sejumlah besar polutan ke atmosfer, termasuk sulfur dioksida, logam berat, dan partikel mikroskopis seperti PM10, PM2.5, serta partikel ultrafine (UFP).
Ledakan kembang api pada dasarnya mengeluarkan sejumlah bahan kimia berbentuk padat dengan jutaan partikel dan gas hasil pembakaran yang dilepaskan ke udara menjadi polutan yang tertiup oleh arus angin dalam atmosfer bumi.
Meski tampak indah ketika dinyalakan malam hari, kembang api dinilai sebagai penyumbang polusi udara terbesar saat perayaan tahun baru yang ikut berdampak bagi kesehatan manusia.
Partikel polutan dari hasil ledakan kembang api di langit menjadi berbahaya apalagi jika terhirup ke dalam paru-paru yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma, PPOK, dan bahkan radang paru-paru.
Selain itu, senyawa organik yang mudah menguap (VOC) yang dilepaskan selama pembakaran kembang api juga dapat memicu sakit kepala, iritasi tenggorokan, dan tekanan darah tinggi.