SketsaNusantara.id - Saat menerapkan metode parenting, marah pada anak kadang tak terhindarkan. Namun, ada dampak tak disadari.
Jika sering dilakukan, perilaku orang tua yang galak bisa meninggalkan bekas bagi si anak.
Bagi sebagian orang tua, marah dianggap cara mendidik. Namun, apa yang terjadi pada anak? Ternyata, efeknya tidak sepele dan bisa memengaruhi masa depan mereka.
Baca Juga: 7 Kesalahan Anak yang Sering Dibesar-besarkan Orang Tua, Jangan Marah Berlebihan!
Ada banyak alasan mengapa orang tua mudah marah. Mulai dari stres pekerjaan hingga harapan tinggi. Namun, apakah itu benar-benar membantu anak?
Sebagai orang tua tentu sering merasa khawatir. Namun, kemarahan yang berulang kali bisa membuat anak merasa tidak aman atau tertekan.
Ini bukan hanya tentang emosi sesaat. Ada konsekuensi jangka panjang yang patut diperhatikan. Dilansir dari unggahan akun Instagram @talkparenting, jiwa anak yang terluka itu akan mendendam.
Ia bahkan bisa perlahan membenci orang tuanya hingga tidak tahan bersama orang tuanya.
Lalu, apa saja hal-hal yang bisa terjadi pada anak?
1. Meningkatkan Risiko Perilaku Agresif
Anak yang sering dimarahi cenderung meniru perilaku orang tua. Mereka belajar bahwa kemarahan adalah respons yang wajar dalam menyelesaikan masalah.
Hal ini bisa membuat mereka menjadi agresif terhadap teman, saudara, atau orang lain.