SketsaNusantara.id - Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Kesadaran Disleksia atau Dyslexia Awareness Month.
Hal ini bertepatan dengan peringatan Hari Disleksia Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Oktober.
Tujuan diperingatinya Hari Disleksia Sedunia yakni untuk memberikan dukungan kepada seseorang yang mengidapnya.
Lantas apa itu disleksia? Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Kementrian Keseharan, Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar.
Sementara menurut Asosiasi Disleksia Indonesia, ini adalah kesulitan belajar spesifik yang dialami individu dengan potensi kecerdasan sedikitnya normal.
Ada 3 kesulitan yang kerap dialami pengidap Disleksia seperti dikutip dari unggahan Instagram @rspermatahati tanggal 19 Oktober 2020.
Kesulitan yang dialami penderita Disleksia meliputi area berbahasa, termasuk bahasa lisan, bahasa tulisan dan bahasa sosila hingga adanya gangguan di area fungsi eksekutif.
Singkatnya, gangguan yang terjadi pada pengidap Disleksia yakni kesulitan membaca atau kesulitan menulis atau kesulitan mengeja.
Disleksia biasanya bisa dilihat sejak anak masih kecil.
Dr. Menik Widya Sari, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi menyebutkan ada 13 tanda anak-anak yang beresiko Disleksia, yakni sebagai berikut.