SketsaNusantara.id - Bahasa Indonesia, meskipun dikenal dengan strukturnya yang sederhana dan ringkas, ternyata menjadi salah satu bahasa yang paling sulit dipelajari oleh penutur asing.
Berbeda dengan bahasa-bahasa seperti Thailand, Mandarin, dan Korea yang melibatkan bunyi-bunyian khusus, bahasa Indonesia tampak lebih mudah tanpa elemen tersebut.
Namun, kenyataannya, banyak orang asing merasa kesulitan untuk mencapai kefasihan seperti penutur asli bahasa Indonesia.
Baca Juga: Tebak-tebakan Lucu: Kenapa Matahari Makin Panas Setiap Hari? Apa Jawabannya Ya? Ternyata…
Dilansir dari kanal YouTube KIKY KHOTO, menurut pengalaman beberapa penutur asing, ada beberapa alasan utama mengapa bahasa Indonesia dianggap sulit:
1. Perbedaan Antara Bahasa Baku dan Sehari-hari
Bahasa Indonesia memiliki perbedaan mendasar antara bahasa baku dan bahasa sehari-hari.
Bagi orang Indonesia, perbedaan ini mudah dipahami, tetapi bagi penutur asing, variasi bahasa tidak baku dan campuran dengan bahasa daerah menjadi tantangan besar.
Sebagai contoh, kalimat "Saya tidak mau makan itu" bisa berubah menjadi "Aku nggak mau makan itu," yang meskipun memiliki arti yang sama, sangat berbeda dalam penggunaan sehari-hari.
2. Kekayaan Imbuhan
Bahasa Indonesia memiliki banyak imbuhan yang bisa mengubah arti sebuah kata dasar.
Contohnya, kata "pukul" dapat berubah menjadi "memukul," "dipukul," "pemukul," "memukuli," dan lain sebagainya.
Penggunaan imbuhan yang tepat sesuai dengan kaidah bahasa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikuasai oleh penutur asing.