Dengan bantuan seorang teman, mereka lari dari Den Haag ke Laren ke sebuah villa milik perempuan Belanda yang bersimpati kepada nasib mereka.
Dan rupanya aksi mogok kerja oleh orang-orang Jawa ini menjadi tonggak sejarah pemogokan kerja di Indonesia.
Seperti yang dilansir SketsaNusantara.id dari Sejarawan Belanda Harry A Poeze, dalam bukunya berjudul "Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda.
Poeze mendokumentasikan perjalanan hidup orang-orang Indonesia yang merantau dan menetap di Belanda selama periode tersebut.
Buku ini mengungkap dinamika serta tantangan yang dihadapi para perantau Indonesia dalam menghadapi kehidupan di negeri Belanda sebagai penjajah pada masa itu.
Aksi mogok kerja pekerja wayang orang salah satu peristiwa penting yang dibahas Poeze adalah aksi mogok kerja yang dilakukan oleh sekelompok pekerja pertunjukan wayang orang dari Jawa di Belanda.
Poeze dalam bukunya mengatakan orang-orang Jawa mogok sebagai bentuk protes atas perlakuan sewenang-wenang dari pengusaha pertunjukan yang mengeksploitasi mereka.
Aksi mogok ini menjadi tonggak perjuangan buruh Indonesia di Belanda dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka. Buku tersebut menjadi sumber penting bagi pemahaman sejarah hubungan antara Indonesia dan Belanda.
Rupanya negara kita Indonesia sudah sejak zaman dulu menjadi bahan eksploitasi Belanda hampir segala sektor, jadi tak ada salahnya jika saat ini kita memeras keringat Nathan Tjoe A On di lapangan bola.***