Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi ketiga dengan produksi tembakau sebanyak 53.000 ton.
Provinsi ini menunjukkan peningkatan dalam produksi tembakau dan menjadi salah satu daerah penting dalam industri tembakau nasional.
NTB terus mengembangkan teknik budidaya tembakau untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas produknya.
Baca Juga: Ubudnya Lumajang, Pemandian View Sawah Terasering Seperti di Bali, Cek Lokasinya
4. Jawa Barat
Jawa Barat berada di peringkat keempat dengan produksi tembakau sebesar 7.400 ton.
Meskipun produksinya lebih rendah dibandingkan dengan tiga provinsi sebelumnya, Jawa Barat tetap berperan penting dalam menyuplai tembakau bagi industri rokok di Indonesia.
Wilayah ini memiliki beberapa daerah penghasil tembakau yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.
5. Aceh
Aceh menempati peringkat kelima dengan produksi tembakau sebesar 2.100 ton.
Provinsi ini, meskipun tidak sebesar Jawa Timur atau Jawa Tengah, tetap memberikan kontribusi penting dalam industri tembakau Indonesia.
Aceh dikenal dengan jenis tembakau lokal yang memiliki karakteristik unik, menjadikannya diminati oleh pasar tertentu.
Tembakau tidak hanya menjadi komoditas penting bagi perekonomian lokal tetapi juga nasional, dengan berbagai provinsi di Indonesia terus meningkatkan produksi dan kualitas tembakau mereka.
Kontribusi dari provinsi-provinsi ini sangat penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta memastikan bahwa industri tembakau tetap kompetitif di pasar global.