SketsaNusantara.id - Kasus luka akibat zat kimia berbahaya seperti air keras menjadi salah satu kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat dan tepat.
Paparan zat kimia korosif dapat menyebabkan kerusakan serius pada kulit bahkan jaringan tubuh jika tidak segera ditangani dengan prosedur yang benar.
Karena itu, pengetahuan mengenai langkah pertolongan pertama menjadi sangat penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Baca Juga: Kenapa Jerawat Sering Muncul di Satu Sisi Wajah? Ini Penjelasan Ilmiah Menurut Dokter Ayman Alatas
Penanganan awal yang tepat dapat membantu mengurangi tingkat kerusakan jaringan sebelum korban mendapatkan perawatan medis yang lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X dr. Adam Prabata (@AdamPrabata), masyarakat perlu memahami prosedur pertolongan pertama apabila seseorang terkena air keras atau bahan kimia yang bersifat korosif.
Dokter yang juga edukator kesehatan ini menjelaskan bahwa air keras itu kalau terkena tubuh termasuk ke dalam acid and chemical burn.
Istilah tersebut merujuk pada luka bakar yang disebabkan oleh zat kimia seperti asam atau bahan korosif lainnya.
Jenis luka ini berbeda dengan luka bakar akibat panas karena proses kerusakan jaringan terjadi melalui reaksi kimia yang dapat terus berlangsung selama zat tersebut masih berada pada kulit.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghindarkan tubuh dari paparan zat kimia tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan segera melepaskan pakaian atau benda yang terkena bahan kimia bila memungkinkan.
Pakaian yang terpapar zat kimia dapat terus mempertahankan bahan korosif di permukaan kulit.