SketsaNusantara.id – Herjunot Ali ikut menyoroti tradisi buka puasa bersama (bukber) yang kerap menjamur setiap bulan Ramadhan, termasuk dampaknya terhadap kesehatan mental.
Sebagaimana diketahui, Ramadhan di Indonesia identik dengan agenda bukber. Mulai dari reuni alumni SD, SMP, SMA, teman kuliah, hingga rekan kerja, undangan buka bersama kerap berdatangan hampir setiap hari.
Di satu sisi, momen ini menjadi ajang reuni sekaligus menyambung silaturahmi yang menyenangkan untuk bertukar kabar dengan teman lama. Namun di sisi lain, terlalu banyak agenda bukber juga bisa terasa melelahkan, baik secara emosional maupun finansial.
Tak jarang, obrolan yang awalnya santai berubah menjadi pertanyaan-pertanyaan personal seputar pekerjaan, gaji, pasangan, hingga pencapaian hidup. Situasi seperti ini bisa memicu rasa tidak nyaman dan tekanan batin.
Herjunot Ali ikut menyorot hal ini dan memberikan pandangannya mengenai fenomena kumpul-kumpul saat bukber di bulan Ramadhan.
Melalui akun Instagram pribadinya, aktor yang akrab disapa Junot itu menyebut buka bersama teman menjadi momen yang menyenangkan. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya selektif dalam menerima ajakan bukber.
"Bukber di grup reuni SD, SMP, SMA, kuliah sampai teman kerja udah mulai aktif belum? Emang menyenangkan ketemu teman-teman lama, tapi yang beneran teman lo ya," ujarnya dalam video yang diunggah di akun Instagram @herjunotali.studio, dikutip SketsaNusantara.id pada Senin, 22 Februari 2026.
Ia juga menyinggung soal dampak sosial buka puasa bersama yang perlu diperhatikan demi menjaga kesehatan mental.
"Science mengatakan bahwa bersosialisasi dengan orang-orang yang bikin kita happy itu bisa memperpanjang umur. Tapi makan dengan orang yang kita nggak suka juga bisa bikin penyakit," tuturnya.
Bintang film "5 cm" itu bahkan menyarankan agar tidak ragu berkata "tidak" jika ajakan bukber terasa memberatkan.
Menurutnya, jika sebelum berangkat seseorang sudah dipenuhi kekhawatiran, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa diri sendiri sebenarnya tidak nyaman.
"Kalo lo lagi siap-siap buat Bukber, dan lo excited ketemu temen-temen lo, lo cabut. Tapi, kalo lo lagi siap-siap, terus lo mikir, Aduh, ntar gue ngomong apa ya kalo mereka nanya. 'Kerja dimana sekarang? Gaji berapa? Udah ganti mobil belum? Wah, gila, beli mobil dong. Bingung, gue ntar pake baju apa kesana?', mending lo gak usah pergi kalo kayak gitu?'," ucap Junot.