SketsaNusantara.id - Selama bulan Ramadhan, pola hidup umat Islam mengalami perubahan cukup signifikan.
Waktu makan bergeser ke dini hari, sementara jam tidur menjadi lebih pendek. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih kembali tidur setelah makan sahur.
Kebiasaan tidur setelah sahur kerap dianggap wajar karena tubuh masih terasa lelah.
Namun, secara fisiologis, tindakan tersebut dapat memicu gangguan kesehatan. Sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk bekerja optimal setelah menerima asupan makanan.
Proses pencernaan makanan memerlukan waktu sekitar tiga jam. Saat tidur, sebagian besar fungsi tubuh melambat.
Akibatnya, makanan yang masuk tidak dapat dicerna dengan sempurna jika tubuh langsung beristirahat.
Dirangkum SketsaNusantara.id dari Muhammadiyah.or.id, berikut ini 6 risiko penyakit yang muncul akibat kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur.
1. Refluks
Salah satu risiko yang dapat muncul adalah refluks asam atau gastro-esophageal reflux disease. Saat tidur, katup lambung dapat mengendur. Kondisi ini membuat asam lambung berpotensi naik ke kerongkongan dan memicu rasa panas di dada.
Gejala refluks juga dapat berupa mual, sendawa berlebihan, dan rasa pahit di mulut. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan saat berpuasa. Gangguan tersebut sering muncul pada mereka yang langsung berbaring setelah sahur.
2. Penumpukan Lemak
Tidur setelah sahur juga berisiko menyebabkan penumpukan lemak. Kalori dari makanan tidak digunakan sebagai energi. Asupan tersebut akhirnya disimpan dalam tubuh sebagai lemak berlebih.