SketsaNusantara.id - Kalimantan adalah salah satu pulau besar di Indonesia dengan kekayaan budaya serta nilai-nilai warisan leluhur yang sangat kental.
Pulau dengan penduduk asli Suku Dayak ini masih melestarikan tradisi yang dimiliki hingga kini sekaligus menjadikannya daya tarik wisata baik domestik maupun mancanegara.
Beberapa destinasi wisata budaya yang terdapat di Kalimantan dapat dikunjungi wisatawan melalui desa-desa adat yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Borneo ini.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Alam dan Sejarah di Ende Nusa Tenggara Timur, Daerah Pengasingan Bung Karno serta Tempat Lahirnya Pancasila
Melalui desa-desa adat tersebut wisatawan dapat menyaksikan secara langsung bagaimana keunikan budaya yang terdiri dari beragam ritual serta tradisi dari Suku Dayak.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut 5 desa adat di Kalimantan yang dapat dikunjungi wisatawan untuk berwisata budaya.
1. Desa Pampang
Desa Pampang berlokasi di Sungai Siring, Kota Samarinda, Kalimantan Timur dan merupakan daerah yang dihuni oleh Suku Dayak Apokayan dan Kenyah.
Melalui desa-desa adat tersebut wisatawan dapat menyaksikan secara langsung bagaimana keunikan budaya yang terdiri dari beragam ritual serta tradisi dari Suku Dayak.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut 5 desa adat di Kalimantan yang dapat dikunjungi wisatawan untuk berwisata budaya.
1. Desa Pampang
Desa Pampang berlokasi di Sungai Siring, Kota Samarinda, Kalimantan Timur dan merupakan daerah yang dihuni oleh Suku Dayak Apokayan dan Kenyah.
Baca Juga: Festival dan Expo Sapi Jatim 2025, Kadispar: Jember Siap Jadi Pusat Wisata Peternakan dan UMKM
Di desa ini terdapat rumah adat yang disebut dengan Rumah Lamin Adat, yakni rumah adat Suku Dayak yang megah.
Daya tarik lainnya yakni Upacara Junan yang telah berusia ratusan tahun. Upacara ini adalah ritual mengambil gula dari batang tebu yang diperas dengan kayu ulin.
2. Desa Lekaq Kidau
Desa Lekaq Kidau berlokasi di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan dihuni oleh Suku Dayak Kenyah.
Di desa ini terdapat rumah adat yang disebut dengan Rumah Lamin Adat, yakni rumah adat Suku Dayak yang megah.
Daya tarik lainnya yakni Upacara Junan yang telah berusia ratusan tahun. Upacara ini adalah ritual mengambil gula dari batang tebu yang diperas dengan kayu ulin.
2. Desa Lekaq Kidau
Desa Lekaq Kidau berlokasi di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan dihuni oleh Suku Dayak Kenyah.
Baca Juga: Viral Area Wisata Nusa Penida Bali Dipasangi Lift untuk Akses Naik Turun, Namun Berpotensi Merusak Pemandangan
Masyarakat desa ini memiliki kebiasaan unik yakni memanjangkan cuping telinga sebagai tradisi yang berkaitan dengan strata sosial seseorang.
Keunikan lainnya adalah masyarakat Desa Lekaq Kidau mengenakan Seraung, yakni topi rajut dari daun palem lebar.
3. Desa Pulau Sapi
Desa Pulau Sapi terletak di Kecamatan Mentarang, Malinau, Kalimantan Utara dan dihuni oleh mayoritas Suku Dayak Lundayeh.
Di desa ini terdapat rumah adat warna-warni dan replika buaya di Balai Adat Desa Pulau Sapi.
Daya tarik lainnya dari desa ini adalah adanya Festival Aco Lundayeh, yakni festival seni dan budaya yang mempertemukan berbagai suku Lundayeh di Pulau Borneo.
Suku-suku tersebut berasal dari Indonesia, Sabah, Serawak, dan Brunei Darussalam.
4. Desa Bung Kupu'ak
Desa Bung Kupu’ak terletak di Jagoi Babang, Kalimantan Barat dan mayoritas dihuni oleh Suku Dayak Bidayuh.
Terdapat sebuah tradisi unik yang rutin diselenggarakan di desa ini yakni tradisi Gawia Sowa.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, tradisi tersebut merupakan wujud syukur atas hasil panen, kesehatan dan keamanan masyarakat desa.
Masyarakat Suku Dayak Bidayuh mempersembahkan tradisi tersebut kepada Yang Maha Kuasa atau Jubata dalam bahasa Dayak, juga roh leluhur yang diyakini bersemayam di gunung, hutan, dan lembah.
Tradisi Gawia Sowa diselenggarakan dengan bentuk festival budaya yang menampilkan tari-tarian dan ritual.
5. Desa Miau Baru
Desa Miau Baru terletak di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan mayoritas dihuni oleh Suku Dayak Kayan.
Masyarakat Desa Miau Baru masih melestarikan budaya warisan leluhur seperti kesenian yang berbentuk tari-tarian.
Di desa ini terdapat sebuah pintu gerbang yang disebut dengan Gerbang Lekan Maran yang terbuat dari kayu ulin dengan ukiran khas Suku Dayak.
Terdapat juga lumbung padi yang disebut dengan Lepo Parai dengan ukiran khas Suku Dayak Kayan.***
Masyarakat desa ini memiliki kebiasaan unik yakni memanjangkan cuping telinga sebagai tradisi yang berkaitan dengan strata sosial seseorang.
Keunikan lainnya adalah masyarakat Desa Lekaq Kidau mengenakan Seraung, yakni topi rajut dari daun palem lebar.
3. Desa Pulau Sapi
Desa Pulau Sapi terletak di Kecamatan Mentarang, Malinau, Kalimantan Utara dan dihuni oleh mayoritas Suku Dayak Lundayeh.
Di desa ini terdapat rumah adat warna-warni dan replika buaya di Balai Adat Desa Pulau Sapi.
Daya tarik lainnya dari desa ini adalah adanya Festival Aco Lundayeh, yakni festival seni dan budaya yang mempertemukan berbagai suku Lundayeh di Pulau Borneo.
Suku-suku tersebut berasal dari Indonesia, Sabah, Serawak, dan Brunei Darussalam.
4. Desa Bung Kupu'ak
Desa Bung Kupu’ak terletak di Jagoi Babang, Kalimantan Barat dan mayoritas dihuni oleh Suku Dayak Bidayuh.
Terdapat sebuah tradisi unik yang rutin diselenggarakan di desa ini yakni tradisi Gawia Sowa.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, tradisi tersebut merupakan wujud syukur atas hasil panen, kesehatan dan keamanan masyarakat desa.
Masyarakat Suku Dayak Bidayuh mempersembahkan tradisi tersebut kepada Yang Maha Kuasa atau Jubata dalam bahasa Dayak, juga roh leluhur yang diyakini bersemayam di gunung, hutan, dan lembah.
Tradisi Gawia Sowa diselenggarakan dengan bentuk festival budaya yang menampilkan tari-tarian dan ritual.
5. Desa Miau Baru
Desa Miau Baru terletak di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan mayoritas dihuni oleh Suku Dayak Kayan.
Masyarakat Desa Miau Baru masih melestarikan budaya warisan leluhur seperti kesenian yang berbentuk tari-tarian.
Di desa ini terdapat sebuah pintu gerbang yang disebut dengan Gerbang Lekan Maran yang terbuat dari kayu ulin dengan ukiran khas Suku Dayak.
Terdapat juga lumbung padi yang disebut dengan Lepo Parai dengan ukiran khas Suku Dayak Kayan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!