SketsaNusantara.id - Kasus narkoba kembali menjerat aktor Ammar Zoni dari dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Salemba, Jakarta Pusat membuatnya tak akan bisa keluar penjara seperti yang digembar-gemborkan selama ini.
Ammar Zoni kini diduga sebagai penampung barang haram tersebut dan mengedarkan bersama 5 orang lainnya dengan menggunakan aplikasi bernama aplikasi Zangi.
Aplikasi Zangi ini disebut-sebut menjadi kunci yang memungkinkan Ammar Zoni dan jaringannya berkoordinasi dalam mengatur alur distribusi narkoba tanpa khawatir percakapan mereka terlacak oleh aparat.
Lalu, apa sebenarnya aplikasi Zangi dan mengapa aplikasi ini menjadi pilihan Ammar Zoni dan para pelaku bisnis ilegal?
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman zangi.com, Zangi merupakan aplikasi pesan era baru yang melayani komunikasi tanpa registrasi dan tidak ada pengumpulan data.
Aplikasi ini merupakan aplikasi private messenger, sebuah aplikasi pesan instan dan panggilan yang dikembangkan dengan fokus utama pada privasi dan keamanan data pengguna tingkat tinggi.
Aplikasi ini juga bisa diposisikan sebagai alternatif dari layanan pesan populer lain seperti WhatsApp atau Telegram, namun dengan klaim keamanan yang lebih ketat.
Zangi sendiri dikembangkan oleh perusahaan yang berbasis di Silicon Valley, Amerika Serikat.
Keunggulan utamanya terletak pada fitur-fitur yang dirancang untuk menghilangkan jejak digital dan mempersulit pelacakan.
Keamanan tingkat tinggi yang ditawarkan Zangi inilah yang menjadikannya sebagai pilihan ideal bagi jaringan kriminal untuk berkomunikasi secara aman dan tertutup, termasuk yang dilakukan oleh Ammar Zoni dari dalam rutan.
Berikut adalah fitur-fitur Zangi yang membuatnya sulit ditembus, yakni: