SketsaNusantara.id - Pada era tahun 90-an hingga 2000-an, aktivitas pendakian gunung biasanya hanya dilakukan oleh kalangan pencinta alam yang setidaknya memiliki skill dasar pendakian gunung.
Namun pada era di atas tahun 2000-an, seiring berkembang pesatnya media sosial, tiba-tiba saja euforia pendakian gunung meledak dimana-mana.
Pendakian gunung tiba-tiba dilakukan oleh orang-orang yang bisa jadi kebanyakan dari orang-orang yang tak paham bahwa mendaki gunung adalah salah satu olahraga dan hobi yang memiliki resiko cukup besar.
Hal itu kemudian terbukti dengan banyaknya kecelakaan gunung sehingga gunung-gunung kemudian menelan banyak korban, baik yang hipotermia, tersesat atau bahkan terjatuh seperti kasus Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang meninggal di Gunung Rinjani.
Tahukah kamu bahwa ketika melakukan pendakian gunung ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian.
Di dunia pencinta alam, ada 3 prinsip yang dimasukkan sebagai kode etik yang memuat hal-hal yang tak boleh dilakukan seorang pencinta alam ketika di alam.
Ketiga prinsip tersebut adalah : dilarang mengambil selain gambar (foto), dilarang meninggalkan selain jejak dan prinsip ketiga adalah dilarang menyimpan apapun selain kenangan.
Tiga prinsip dasar di atas memiliki cakupan yang sangat luas, namun ada pula beberapa prinsip dasar yang lebih spesifik terkait boleh (do) dan tak boleh (don't) dilakukan saat di gunung agar perjalanan kalian aman.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman kathmandu.fr inilah beberapa hal do dan don't atau boleh dan tak boleh dilakukan saat di gunung.
Beberapa hal yang harus dilakukan atau barang yang harus (do) dibawa saat naik gunung, yakni:
• Surat sehat dari dokter