lifestyle

5 Fakta Kenapa 21 Juni Dipilih Jadi Hari Musik Sedunia, Ternyata Semua Berawal dari Sebuah Riset Kultural di Prancis

Jumat, 20 Juni 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi Hari Musik Sedunia 21 Juni 2025. (Pexels/Jonathan Cooper)

SketsaNusantara.id - Setiap 21 Juni, dunia merayakan Hari Musik Sedunia atau World Day of Music.

Momen ini bukan sekadar perayaan lagu dan irama, tapi juga penghargaan atas kekuatan musik sebagai alat pemersatu lintas batas. Entah kita seorang musisi profesional atau sekadar penikmat nada di tengah kemacetan, musik punya tempat khusus dalam kehidupan kita.

Faktanya, tak hanya manusia yang bereaksi terhadap musik, bahkan tanaman pun disebut tumbuh lebih baik saat diperdengarkan musik klasik.

Baca Juga: Gusti Irwan Wibowo Lulusan Sekolah Musik? Mengenal Sosok Musisi Multitalenta yang Meninggal di Usia Muda

Itulah daya magis musik: tak kasat mata, tapi bisa dirasakan. Di era digital seperti sekarang, Hari Musik Sedunia juga menjadi kesempatan para musisi untuk membangun kehadiran mereka secara online dan menjangkau audiens global melalui media sosial.

Namun, tahukah kamu bahwa perayaan ini awalnya hanya berlangsung di satu kota saja? Hari Musik Sedunia ternyata berakar dari sebuah visi yang lahir di Paris pada awal 1980-an.

Baca Juga: Kerap Dibandingkan Kiprahnya di Blantika Musik Dunia, Anggun C Sasmi dan Agnez Mo Akan Berakting Sebagai Ibu dan Anak di Serial Hollywood Reacher

1. Ide Awal

Hari Musik Sedunia pertama kali dicetuskan oleh Maurice Fleuret, Direktur Musik dan Tari di Kementerian Kebudayaan Prancis pada tahun 1981. Ia mempercayai bahwa musik harus hadir di mana-mana, bukan hanya dalam setting panggung formal.

Ide ini kemudian diwujudkan pada 21 Juni 1982 melalui Fête de la Musique, sebuah festival yang mengubah jalanan Paris menjadi panggung terbuka untuk semua jenis musik dan musisi.

Baca Juga: Resmi Menikah! Stephanie Poetri Gelar Pernikahan Super Intim di LA dan Umumkan di Festival Musik Heads In The Clouds 2025

2. Riset Budaya Jadi Titik Awal

Menurut data dari National Today, ide Fleuret lahir dari studi kebudayaan yang menemukan bahwa satu dari dua orang Prancis saat itu memainkan alat musik.

Melihat potensi itu, ia ingin menciptakan ruang di mana musisi dari semua kalangan bisa mengekspresikan diri tanpa hambatan birokrasi atau biaya. Maka lahirlah slogan “Faites de la musique”, yang berarti "buatlah musik."

Halaman:

Tags

Terkini