• Kemudian, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh atau tokoh agama.
• Prosesi siraman dimulai, pengantin gunakan baju khusus dan oang tua calon pengantin menjadi yang pertama menyiramkan air, diikuti oleh para sesepuh atau kerabat yang telah ditunjuk sebanyak 3 kali.
• Jumlah orang yang menyiramkan air umumnya berjumlah ganjil (misalnya lima, tujuh, atau sembilan orang).
• Setelah siraman oleh para sesepuh, biasanya juru rias atau sesepuh yang ditunjuk akan melakukan pembersihan simbolis.
• Rambut calon pengantin dikeramasi menggunakan landha merang (abu merang yang direndam), santan kanil (santan kental), dan banyu asem (air asam jawa) untuk membersihkan dan menyegarkan.
• Tubuh calon pengantin diluluri dengan konyoh (lulur tradisional Jawa) untuk menghaluskan dan mengharumkan kulit lalu calon pengantin kembali disiram menggunakan air bersih.
• Setelah selesai disiram dan dilulur, calon pengantin biasanya akan berdoa.
• Juru rias atau sesepuh kemudian mengucurkan air dari kendhi (kendi tanah liat) ke kepala calon pengantin sebanyak tiga kali, lalu membersihkan wajah, telinga, leher, tangan, dan kaki juga sebanyak tiga kali.
• Setelah air kendhi habis, kendi tersebut dipecahkan di depan kedua orang tua calon pengantin, tindakan ini melambangkan pecahnya pamor (aura) masa lajang dan memancarnya aura pengantin yang baru.
• Calon pengantin kemudian digandeng oleh kedua orang tua kembali ke kamar pengantin untuk mengeringkan diri dan bersiap untuk prosesi selanjutnya (biasanya ngerik atau mencukur rambut halus di dahi).
Sebab Luna Maya sudah tak memiliki ayah, maka kedua kakak laki-laki Luna Maya yakni Ismael Dully dan Tipi Jabrik menggendongnya ke dalam rumah diikuti Desa Maya, ibu Luna Maya.