SketsaNusantara.id - Tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia atau World Malaria Day.
Peringatan hari Malaria Sedunia ini digagas oleh negara-negara Organisasi Kesehatan Dunia pada Majelis Kesehatan Dunia yang digelar tahun 2007 lalu.
Peringatan ini menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit Malaria.
Malaria merupakan penyakit endemis pada 84 negara dengan 247 juta kasus, termasuk Indonesia.
Sebagai salah satu penyakit endemik di Indonesia, Malaria terus menerus terjadi di beberapa wilayah Indonesia Timur.
Dikutip dari laman resmi Kemenkes, 89 persen kasus Malaria di Indonesia dilaporkan berasal dari provinsi Papua.
Malaria sendiri merupakan penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Dikutip dari laman Rumah Sakit Siloam, malaria ditularkan melaui gigitan nyamuk, bukan kontak fisik dari manusia ke manusia yang seringkali jadi kekhawatiran masyarakat.
Selain lewat gigitan nyamuk, Malaria juga bisa menular melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik bersama hingga penularan dari bu kepada bayi saat melahirkan.
Baca Juga: Jangan Lengah! 7 Gejala Ini Muncul Akibat Naiknya Gula Darah karena Makanan Manis saat Lebaran
Secara kelompok umur, Malaria sering menimpa penduduk dalam rentang usia 15-64 tahun dengan persentase kasus positif sebesar 62,42 persen.