lifestyle

Kapal Tradisional yang Jadi Alat Intai Majapahit hingga Kesultanan Siak, Kini Jadi Ikon Provinsi Riau

Senin, 14 April 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi, kapal kebanggaan di masa Majapahit. (Pexels/Kellie Churchman )

Pada era Kerajaan Majapahit, pencalang digunakan secara aktif dalam aktivitas perdagangan dan militer.

Kapal ini memungkinkan armada Majapahit menyusuri wilayah kekuasaannya hingga ke ujung timur Nusantara.

Penggunaan pencalang menunjukkan bahwa strategi laut telah menjadi bagian penting dari sistem pertahanan kerajaan-kerajaan besar di Indonesia kala itu.

Seiring waktu, pencalang juga mendapat tempat istimewa dalam budaya Melayu. Di Kesultanan Siak Sri Indrapura, pencalang menjadi kendaraan resmi kerajaan. Kehadirannya dalam setiap acara kebesaran atau misi penting menandai status kapal ini sebagai simbol kebangsawanan dan kekuasaan.

Kini, pencalang memang tidak lagi digunakan dalam aktivitas pelayaran sehari-hari. Namun, keberadaannya tetap lestari sebagai ikon budaya. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan pencalang sebagai maskot resmi daerah. Upaya ini menjadi bentuk penghargaan terhadap warisan budaya yang telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat pesisir.

Di era modern, pencalang tampil dalam berbagai bentuk representasi budaya—baik dalam festival, parade laut, hingga miniatur yang dipamerkan di museum. Kapal ini tak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga medium edukasi bagi generasi muda untuk mengenal kekayaan warisan nenek moyangnya.

Melihat lintasan sejarah pencalang, jelas bahwa kapal ini lebih dari sekadar sarana pelayaran. Ia adalah simbol kejelian strategi, ketangguhan pelaut Nusantara, dan kekayaan peradaban maritim yang telah berlangsung sejak berabad-abad lalu.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini