"Perlu diketahui, nasi putih baik itu hangat atau dingin sebenarnya gak jauh berbeda. saya ingin meluruskan soal teknik mendinginkan nasi yang belakangan viral," kata dokter Dion Hayradi dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @dionharyadi pada hari Jumat, 3 April 2025.
"Teknik ini diklaim dapat mengurangi indeks glikemik. Namun, berdasarkan penelitian sebenarnya kalori yang berkurang tidak terlalu banyak," ungkapnya.
Baca Juga: Turun 18 Kg, Aurel Hermansyah Bagikan Tips Diet Sehat, Program Hamil Anak Ketiga?
Dokter Dion menjelaskan bahwa dalam nasi teedapat pati resistant atau karbohidrat kompleks yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, terutama kesehatan usus dan microbiome.
Pati resisten dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih baik.
Selain itu, kandungan ini juga dinilai terdapat pada nasi putih dingin yang membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan sehingga aman bagu penderita diabetes.
Nasi Putih dingin dengan kandungan pati resistan lebih tinggi dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, sehingga mengurangi asupan kalori.
Oleh karena itu, nasi putih dingin disarankan untuk dikonsumsi saat diet untuk menjaga berat badan yang diyakini dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak.
Namun, dokter Dion menilai bahwa peningkatan pati resistan di dalam nasi putih dingin dengan panas pun tak jauh berbeda.
"Dalam penelitian Universitas Indonesia (UI) terjadi peningkatan sekitar 1 gram saja per 100 gram nasi putih dingin," katanya.
"Di artikel lain juga ditemukan peningkatan RS (pati resistant) maksimal 1,5 gram per 100 gram nasi putih dan dengan jenis nasi dengan metode masak yang berbeda, pendinginan nasi tidak menghasilkan RS yang signifikan," imbuhnya.
Baca Juga: Geger Menu MBG Versi Ramadhan! Nasi Diganti Biskuit, Netizen Heboh Soroti Gizi dan Harga
"Ada juga penelitian yang mengungkapkan peningkatan sebesar kurang lebih 4,5 gram per 100 gram. Sehingga tidak ada yang tahu apakah di kemudian hari bisa ditemukan metode dan jenis nasi yang optimal untuk memaksimalkan produksi RS," tutur Dion.
Menurutnya, mau makan nasi panas ataupun dingin pun sama saja tetap memberikan resiko pada penderita diabetes dan meningkatkan berat badan.