lifestyle

Intip 5 Kue Kering Khas Hari Raya Idul Fitri yang Diadopsi dari Belanda, Mulai dari Nastar Hingga Kue Mete

Kamis, 3 April 2025 | 22:00 WIB
Deretan kue kering khas Indonesia yang hampir serupa dengan kue Belanda karena terpengaruh. (Instagram.com/@nagihkitchen)

SketsaNusantara.id- Indonesia yang mengalami masa penjajahan Belanda selama ratusan tahun, tentu memberi pengaruh yang besar.

Salah satu yang diwariskan dari orang-orang Belanda di masa dahulu adalah berbagai ragam kuliner.

Bahkan, saat ini kuliner tersebut biasanya dihidangkan dihidangkan ketika momen lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Hari ini Lebaran, Inilah Alasan Perbedaan Tanggal 1 Syawal di Arab Saudi dan Indonesia

Nah, berikut ini jenis kue khas Tanah Air sebagai hasil persilangan antara budaya Indonesia dan Belanda, dilansir SketsaNusantara.id dari website nu.or.id.

1. Nastar

Kue Nastar diketahui sebagai kata serapan dari bahasa Belanda yakni ananastaart, yang memiliki arti kue atau tart dengan rasa nanas.

Pada umumnya, kue nastar ini akan disajikan ketika perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Hari Natal, dan Imlek.

Baca Juga: Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Jelang Lebaran, Bupati Jember Muhammad Fawait Tinjau RSD Balung: Kalau Ada Kekurangan Laporkan Segera

Jenis kue kering itu biasanya berisi selai buah nanas, namun variasinya makin banyak seiring perkembangan zaman.

Nastar ternyata menjadi pioner dari berbagai kue kering lainnya, seperti putri salju dan kering keju.

2. Kastengel

Hampir sama dengan nastar, kastengel juga adopsi dari makanan Belanda dimana kuenya identik dengan taburan keju.

Baca Juga: Sekedar Gengsi Apa Kebutuhan? Rental iPhone di Boyolali Meningkat 50 Persen Jelang Lebaran 2025, Ini Alasannya

Kastangel sendiri berasal dari kata kaas yang artinya kata keju, dan stengela yang berarti batangan.

Halaman:

Tags

Terkini