SketsaNusantara.id - Umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi pada tanggal 29 Maret 2025.
Sesuai perhitungan dalam Kalender Hindu, perayaan Nyepi 2025 menandai pergantian Tahun Baru Saka 1947.
Nyepi sendiri merupakan salah satu hari suci bagi umat Hindu yang memiliki tujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin.
Dikutip dari laman Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Nyepi berasal dari kata sepi yang memiliki arti sunyi, senyap, lenggang dan tidak ada kegiatan.
Perayaan pergantian tahun dalam kalender Hindu memang berbeda dengan pergantian tahun baru Masehi pada 1 Januari maupun tahun baru Islam.
Dalam merayakan pergantian tahun, atau hari raya Nyepi, biasanya umat Hindu tidak melakukan aktivitas seperti biasa.
Khususnya di Bali, saat perayaan Nyepi, suasana akan menjadi sangat sunyi.
Saat merayakan Nyepi, ada 4 hal yang tidak boleh dilakukan umat Hindu atau yang dikenal dengan istilah Catur Brata Penyepian.
Selama 24 jam, umat Hindu tidak menyalakan api atau cahaya, termasuk listrik, tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik, tidak berpergian keluar rumah hingga tidak menikmati liburan atau kesenangan duniawi.
Baca Juga: Perayaan 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer: Sosok Sastrawan Pemberani dalam Melawan Ketidakadilan
Bahkan pelayanan umum seperti bandara juga ditutup, kecuali pelayanan kesehatan di rumah sakit.