SketsaNusantara.id- Awal Februari 2025 akan disambut dengan Hari Aspergillosis Sedunia, apa itu?
Ternyata nama tersebut sudah tidak asing lagi dalam dunia kesehatan. Aspergillosis merupakan sebuah penyakit.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran global terhadap masalah kesehatan tersebut. Sehingga diselenggarakan Hari Aspergillosis Sedunia.
Hari spesial tersebut dilakukan setiap setahun sekali. Lebih tepatnya setiap tanggal 1 Februari, salah satunya jatuh pada tahun 2025.
Lebih lanjut, Aspergillosis merupakan kondisi masalah kesehatan yang memengaruhi pernapasan manusia.
Infeksi tersebut disebabkan oleh jamur Aspergillus. Biasanya ditemukan di tanah, udara dan berbagai lingkungan.
Jamur itu terhirup masuk saluran pernapasan seseorang yang sensitif. Merupakan kelompok jamur yang dapat menyerang tenggorokan, sinus dan paru-paru.
Contohnya Aspergillosis Bronko Paru Alergi atau ABPA. Yakni kondisi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh atas paparan alergen jamur yang ada di saluran udara.
Meskipun sebagian besar orang bisa terpapar oleh jamur tersebut. Namun akan menjadi masalah bagi mereka yang memiliki kondisi kekebalan tubuh lemah.
Sehingga mereka mudah terserang oleh infeksi tersebut, yang dikutip dari situs resmi kemenkes.go.id.
Selain menyerang sistem pernapasan, ternyata ragam Aspergillosis bisa dimulai dari alergi atau gangguan pada kulit.
Artikel Terkait
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jember Bakal Digelar Tanggal 6 Februari Mendatang, Ketua DPRD: Langsung Dilantik Presiden Prabowo
Tanpa Sengketa MK! Tanggal 6 Februari 2025 Jadi Hari Bersejarah Pelantikan Kepala Daerah Baru Hasil Pemilu Serentak
Tiru Negara-Negara di Eropa, Wacana Pramono Anung dan Rano Karno Terapkan Program Kerja 4 Hari Seminggu di Jakarta Tuai Pro Kontra
Hari Spesial Megawati Soekarnoputri, Presiden Prabowo Kirimkan Hadiah Kesenangan Ketum PDI Perjuangan
100 Hari Kinerja Prabowo Subianto, Hasil Survei Tunjukkan Kepuasan dengan Tingkat Dukungan Capai 79,3 Persen
Gen Z Dominasi Kepuasan Terhadap Kinerja Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam 100 Hari Pemerintahan