Kamis, 4 Juni 2026

Nilai Patriotisme di Balik Lagu Kebyar-Kebyar yang Dinyanyikan Anang Hermansyah di GBK, Lagu Terbaik Sepanjang Masa

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 12 Juni 2024 | 13:30 WIB
Ilustrasi makna lagu Kebyar-Kebyar yang dinyanyikan Anang dan Ashanty di GBK (Freepik/wirestock, edited Canva/Siti Nurlaela)
Ilustrasi makna lagu Kebyar-Kebyar yang dinyanyikan Anang dan Ashanty di GBK (Freepik/wirestock, edited Canva/Siti Nurlaela)

 

SketsaNusantara.id - Kebyar-Kebyar adalah salah satu lagu bertema nasionalisme yang dirilis pada tahun 1979.

Kebyar-Kebyar diciptakan oleh seniman asal Jombang, Soedjarwoto Soemarsono atau yang lebih dikenal dengan nama Gombloh.

Lagu Kebyar-Kebyar sering dinyanyikan saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan momen penting lainnya.

Baca Juga: Misteri Penampilan Anang-Ashanty di Pertandingan Indonesia vs Filipina, Pemegang Hak Siar Disebut Tak Minta Ada Acara Setelah Laga?

Termasuk saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 11 Juni 2024.

Penyanyi Anang Hermansyah menyanyikan lagu Kebyar-Kebyar usai Indonesia menang 2-0 atas Filipina.

Lagu ini sarat dengan nilai patriotisme hingga konon sering dinyanyikan pada masa menuntut reformasi seperti dikutip dari laman Pengurus UKM Musik Sicma 2024 Universitas Negeri Yogyakarta.

Baca Juga: Kompilasi Komentar Lucu Usai Anang dan Ashanty Menjadi Sorotan dalam Pertandingan Indonesia vs Filipina

Lagu yang sangat membakar semangat para pejuang reformasi ini juga dinobatkan sebagai salah satu dari ‘150 Lagu Terbaik Sepanjang Masa’ oleh Majalah Rolling Stone.

Lagu yang kerap disebut Gebyar-Gebyar juga sering didaur ulang baik oleh musisi Indonesia maupun musisi luar negeri.

Dari hasil penelusuran SketsaNusantara.id, lagu ini diciptakan Gombloh pada tahun 1978.

Baca Juga: Anang Trending Karena Nyanyi Usai Timnas Indonesia Taklukkan Filipina, Kemal Palevi Beri Kritik Menohok

Gobloh yang tengah dikerok lantaran masuk angin tiba-tiba menirukan nada dari dentingan piano yang dimainkan Wisnu Padma yang duduk tak jauh dari tempatnya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

X