SketsaNusantara.id - Shin Tae-yong (STY) kembali menjadi perbincangan hangat usai dituding menggunakan buzzer yang diduga untuk kepentingan di luar sepak bola.
Tudingan tersebut bermula dari pernyataan Budi Setiawan selaku founder Football Institute yang menemukan pola tidak wajar di balik beredarnya tagar #STYstay yang kerap jadi trending di media sosial.
Budi Setiawan juga mengaitkan hasil riset dengan keputusan PSSI yang mendadak berhentikan Shin Tae Yong pada 6 Januari 2025 lalu.
Menurutnya, keputusan PSSI memecat Shin Tae Yong sudah tepat dan diharapkan akan mengembalikan iklim sepak bola Indonesia yang lebih sehat.
"Dari riset ditemukan pola terorganisir sehingga bahwa tagar #STYstay diduga merupakan hasil aksi buzzer. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya kepentingan lain di luar urusan sepak bola," ujar Budi dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @garudafocus.id yang diunggah pada hari Jumat, 31 Januari 2025.
"PSSI sepertinya sudah mengambil kebijakan tepat dan berani atau tidak populis dengan menghentikan kontrak STY di tengah jalan. Diharapkan penemuan ini mengembalikan klim suporter sepak bola yang lebih sehat," pungkasnya.
Pernyataan Budi Setiawan seketika membuat suporter timnas Indonesia meradang. Pasalnya, nama Shin Tae Yong masih saja terseret dan mendapat penilaian negatif.
Warganet menilai mantan Deputi Sekjen PSSI itu melupakan jasa Shin Tae Yong meski telah mencetak prestasi membanggakan selama menjadi pelatih timnas Indonesia hingga masuk kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bukan pertama kalinya, Budi Setiawan juga pernah beberapa kali menyampaikan pernyataan kontroversial terkait Shin Tae Yong.
Mantan CEO Persitara Jakarta Utara itu juga kerap membuat para suporter timnas kesal karena sering mengkritik dan menjelek-jelekkan Shin Tae Yong hingga disebut-sebut mirip Bung Towel.