Namun ia juga memberitahu bahwa dengan dipecatnya STY sebagai pelatih maka tim yang berjumlah 11 orang itu secara otomatis juga harus berhenti.
Untuk itu pada tanggal 26 Januari 2025 mereka sudah sepakat untuk pulang ke Korea Selatan bersama-sama, sebab menurutnya ada sesuatu atau seseorang yang ingin mereka cepat-cepat pergi dari Indonesia.
"Saya pikir ada sesuatu atau seseorang yang ingin kami pergi meninggalkan negara secepat mungkin," ungkap Jin, analis tim STY.
"Maksud saya sesuatu membuat kita merasa seperti kita dipaksa untuk meninggalkan negara secepat mungkin," tambahnya.
Selain ungkap ada seseorang yang ingin STY dan tim secepatnya pergi dari Indonesia, ia juga menegaskan terkait rumor locker room terkait adanya perbedaan pendapat antara STY dengan sejumlah pemain saat Indonesia vs China, rumor konflik dengan Jay Idzes atau Asnawi juga ia pastikan merupakan rumor yang tak benar.
Menurutnya rumor-rumor diatas sama sekali tak ada, tak ada konflik apapun antara STY dengan pemain sebab ia mengaku bersama STY 24 jam dalam 7 hari.
Terkait rumor karena ada kendala bahasa, Jin juga katakan itu rumor yang tentu saja tak benar sebab menurutnya mereka punya Jeje sebagai penerjemah bahasa korea ke Indonesia atau sebaliknya.
Sedangkan untuk bahasa Inggris, Jin mengaku selalu ada untuk Shin Tae-yong sehingga hal itu juga bukan kendala bagi mereka.
Sebab itulah Shin Tae-yong yang begitu mencintai pemain dan pemain mencintai sama besarnya dengan dirinya hampir keseluruhan diakui mengirim pesan kepada STY.
Namun ada satu pemain yang akhirnya ditegur oleh Jin yakni Marc Klok yang mengatakan dalam sebuah wawancara di media bahwa STY merupakan pelatih diktator.
Kata diktator yang disematkan pada Shin Tae-yong diakui oleh Jin telah melukai perasaannya, namun menurutnya saat itu Marc Klok mengakui ia salah ambil kata dan ada kesalahan pada penerjemahan bahasa.***