"Sementara pengurus (PSSI) aja gak ngerti bola, sayang pembenahan organisasi luput dari publik. Sepak bola bukan sekedar olahraga, sementara di negara kita bahasannya hanya diukur melalui juara piala turnamen atau tidak," lanjut Oki.
"Sedih banget, padahal Inggris, Belanda bahkan Portugal itu sederet negara yang tidak pernah juara piala dunia puluhan tahun terakhir tapi Liga mereka tetap yang terbaik di dunia," tandasnya.
Dengan lantang, Oki menyebut Timnas Indonesia yang lebih baik saat ini karena hasil karya dari sebuah liga.
Tak tanggung-tanggung, Oki lantang bersuara dengan memilih pecat Exco hingga Sekjen PSSI ketimbang copot STY jadi pelatih Timnas Indonesia.
"Indonesia bisa naik puluhan peringkat karena pemain timnas adalah showcase dari liga Eropa. Kalau boleh saya pilih, saya lebih memilih pecat Sekjen dan Exco daipada memecat pelatih!" ujar Oki tegas.
"Saya lebih pecaya mereka yang pernah turun langsung ke lapangan, membina dan melatih pemain ikut tendang bola langsung daripada dengar mereka yang cuma duduk mabis dan berbaju rapi tanpa paham apa itu sepak bola," imbuhnya.
Terakhir, Oki lagi-lagi mendesak Ketum PSSI untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh tak hanya dari pemain timnas dan pelatih tetapi juga orang-orang dalam federasi apalagi yang minim pengetahuan tentang bola.
"Saya bukan orang yang tepat mengomentari soal penggantian pelatih. Tapi, saya peduli dengan sepak bola terutama masa depan timnas Indonesia. Jika pilihan PSSI mengganti STY dengan PK (Patrick Kurlivert) salah, maka siapa yang akan tanggung jawab?" tutur Oki.
"Saya tahu ET (Erick Thohir) orang yang punya visi dan tepat memegang PSSI tapi Sekjen, Waketum dan Exco mohon diganti, jangan hanya bisa jadi provokator terutama yang minim pengetahuan tentang bola," pungkasnya.
Postingan Oki pun mendapat dukungan dari banyak suporter yang masih ingin Timnas dipegang oleh Shin Tae Yong.
Bahkan tagar STY Stay makin menggema dan trending di media sosial untuk mendukung pelatih asal Korea Selatan itu tetap jadi pelatih Timnas sebelum terlambat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!