sports

Duka Sepak Bola Banyuwangi, Pelatih Persewangi Syamsuddin Batolla Meninggal dalam Kecelakaan Tragis

Kamis, 12 Desember 2024 | 10:45 WIB
Kecelakaan merenggut nyawa Syamsuddin Batolla, pelatih Persewangi pada Kamis, 12 Desember 2024. (Instagram/psm_makassar)

SketsaNusantara.id - Kabar duka menyelimuti sepak bola Banyuwangi. Pelatih Persewangi, Syamsuddin Batolla, meninggal dunia. Kecelakaan tragis di Tol Pasuruan-Probolinggo telah merenggut merenggut nyawanya pada Kamis pagi, 12 Desember 2024

Berita ini mengejutkan banyak pihak, khususnya keluarga besar Persewangi. Sosok Syamsuddin bukan hanya pelatih, tapi juga figur penting bagi tim. Kepemimpinannya selama ini telah membawa Laskar Blambangan ke berbagai pencapaian.

Presiden klub, Handoko, menyampaikan rasa kehilangan mendalam.

Baca Juga: Mata Diperban karena Hantaman Bola Tennis, Enzy Storia Protes Celetukan Netizen Sebut Cosplay Agus: Stop

“Kami sangat kehilangan sosok pelatih yang sangat berdedikasi dan juga menjadi bagian penting dari keluarga besar Persewangi,” ujarnya.

Handoko menambahkan bahwa kontribusi Syamsuddin sangat besar bagi klub.

Sebelum kejadian, Syamsuddin baru saja menjalankan tugas resmi. Ia sedang menuju Surabaya untuk menghadiri manager meeting Liga 4. Tugas yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya untuk Persewangi.

Baca Juga: Apa itu Clean Sheet dalam Sepak Bola? Ini Arti Istilah dari FC Dallas untuk Maarten Paes yang Bikin Indonesia Menang Lawan Arab Saudi

Kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo itu terjadi pada Kamis pagi. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

Namun, dampaknya langsung terasa bagi Persewangi dan masyarakat sepak bola Banyuwangi.

Handoko memastikan semua keperluan terkait almarhum ditangani dengan baik. Manajemen klub turut membantu pemulangan jenazah ke kampung halaman, Makassar. Proses ini menjadi prioritas bagi klub.

Baca Juga: Pemanasan Sebelum Gabung Timnas, Ole Romeny Main Sepak Bola Bareng Anak-Anak di Lebak Bulus JakSel Saat Pertama Kali Datang ke Indonesia

“Kami memohon doa masyarakat untuk almarhum. Semoga semua diberi ketabahan,” tambah Handoko. Ucapan ini menggambarkan rasa kehilangan mendalam yang dirasakan keluarga besar Persewangi.

Kepergian Syamsuddin meninggalkan kesedihan besar bagi tim. Banyak pemain dan staf yang mengenalnya secara personal turut merasakan kehilangan. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas namun penuh perhatian.

Halaman:

Tags

Terkini