SketsaNusantara.id - Marselino Ferdinan masih santer jadi perhatian publik setelah mencetak dua gol luar biasa dalam laga Indonesia melawan Arab Saudi di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang berlangsung pada Selasa, 19 November 2024, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi momentum tak terlupakan bagi Timnas Indonesia.
Berkat brace gol yang dicetak Marselino, Indonesia meraih kemenangan pertama di babak ini, sekaligus mencatatkan rekor dan sejarah baru bagi pemain muda berusia 20 tahun tersebut.
Istilah brace goal pun mencuat ke permukaan dan sempat jadi trending di media sosial usai Indonesia menang dari Arab Saudi.
Marselino Ferdinan disebut mencetak brace yakni 2 gol berturut-turut yang menjadi prestasi langka dan membanggakan hingga disebut-sebut bakal jadi "the next Cristian Ronaldo".
Lantas, dari manakah asal mula istilah brace dalam sepak bola? Dilansir dari situs Soccer Handbook, berikut penjelasan mengenai brace dan penamaannya dalam sepak bola.
Istilah "brace" dalam sepak bola merujuk pada situasi ketika seorang pemain mencetak dua gol dalam satu pertandingan. Kata ini berasal dari Bahasa Inggris Kuno dan Prancis Kuno, yang berarti "sepasang."
Awalnya, istilah ini digunakan dalam perburuan untuk merujuk pada dua burung atau hewan yang berhasil ditangkap dalam satu waktu.
Seiring waktu, istilah ini diadopsi dalam sepak bola sebagai bagian dari jargon untuk menyoroti pencapaian seorang pemain. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal dengan "dwigol."