Selain itu, beberapa wilayah lain ada yang berubah nama jadi AFC Wasit Bayaran, AFC (Arabian Football Corruption), Badut Lawak AFC, hingga AFC Fulus Club dan AFC Mafia Bahlul.
Tak sampai di situ, rating Bahrain di Google juga anjlok yang awalnya 4.5 jadi 1,6. Bahkan, netizen ramai menulis review dengan memasang meme wasit Ahmed Al Kaf.
Sontak saja, perubahan peta digital Bahrain menuai beragam reaksi dari warganet dan menilai hal tersebut adalah ulah netizen Indonesia.
Pasalnya, beberapa wilayah Bahrain sebagian besar berubah dan berganti nama dalam bahasa Indonesia.
"Netizen +62 kompak banget sampe obrak-abrik gmaps Bahrain jadi #AFCMafia," komentar akun @thisandthat.
"Kocak banget netizen konoha kasih review stadion sampe rating anjlok, nama stadion jadi berubah Stadion AFC Mafia, King Indo kalo disakiti kaya gini jadinya," komentar akun @03sutejo.
Namun, ada pula yang mengkritik ulah netizen mengobrak-abrik gmaps Bahrain sebagai hal yang tak pantas dan dinilai SDM rendah tak beretika.
"Apa gunanya obrak-abrik ngerusak Google Maps Bahrain? Stop udah, yang ada kalian malah ngelihatin Indonesia SDM rendah gak beretika toh yang penting PSSI udah bertindak," komentar akun @anakanakbay0ran.
Sebelumnya, media sosial Federasi Sepak Bola juga sempat jadi sasaran netizen bahkan akun Instagram wasit Ahmed Al Kaf seketika lenyap usai diserang warganet.
Hingga kini pun, netizen masih melancarkan serangan di media sosial dengan melontarkan caci maki untuk Bahrain imbas Timnas Indonesia dicurangi wasit di lapangan.
Tak hanya netizen Indonesia yang kesal dengan wasit, beberapa hari terakhir juga ramai muncul meme wasit hingga konten video parodi yang diunggah akun Instagram maupun TikTok luar negeri yang menyindir kecurangan wasit di laga Indonesia vs Bahrain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!