SketsaNusantara.id- Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah perhelatan olahraga terbesar di Indonesia, yang selalu dinanti setiap empat tahun sekali dan diikuti oleh seluruh provinsi.
Namun, di balik gemerlap ajang ini, tersimpan sejarah panjang yang penuh liku.
PON pertama kali digelar pada 8-12 September 1948 di Solo, Jawa Tengah, dengan Stadion Sriwedari sebagai lokasi utamanya, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube seratus institute.
Peresmian dilakukan oleh Presiden Soekarno, sementara penutupan dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, memperkuat status PON sebagai peristiwa penting dalam sejarah olahraga nasional.
Lahirnya PON tidak terlepas dari sebuah insiden yang memantik semangat bangsa.
Pada tahun 1948, atlet Indonesia ditolak untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas ke-14 di London.
Baca Juga: Pernah Batal Gara-Gara PKI, Inilah 4 Fakta Peringatan Hari Olahraga Nasional Atau HAORNAS
Alasannya, kemerdekaan Indonesia belum diakui secara luas, dan Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) belum diakui sebagai anggota International Olympic Committee (IOC).
Merespons hal tersebut, PORI dengan gagah berani menggelar PON sebagai ajang tandingan, menegaskan tekad bangsa untuk bersaing di panggung olahraga, meski dunia belum mengakui kemerdekaannya.
PON pertama ini menjadi simbol kebangkitan nasional, memperkuat semangat persatuan dan sportivitas.
Baca Juga: Selamat Haornas! Inilah 5 Olahraga Khas Kerajaan Majapahit, Ada yang Sudah Punah
Tahun ini, PON 2024 akan diadakan di dua provinsi, yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.