"Kami sebagai warga ingin mengembalikan nama Pati walaupun belum masih butuh waktu, dan saat ini belum ada efeknya, karena kejadian di Sukolilo sangat berpengaruh dan merusak reputasi wilayah Pati," imbuh Dwi.
Baca Juga: Seruan Pati Cinta Damai Gencar Digaungkan di Medsos, Malah Dicibir Netizen: Kami Tidak Percaya!
Diketahui sebelumnya, kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Sumbersoko, Sukolilo, Pati menjadi sorotan lantaran menewaskan bos rental mobil asal Jakarta bernama Burhanis (BH).
Burhanis dituduh maling dan meregang nyawa usai dihajar secara brutal oleh warga sekitar, padahal saat itu ia datang ke Sukolilo ingin mengambil kendaraan miliknya sendiri yang hilang dan terlacak di wilayah tersebut.
GM Persipa Pati menyadari aksi main hakim sendiri tersebut tidak dibenarkan dan akan mendukung kepolisian RI mengusut tuntas kasus ini.
Dwi berharap masyarakat dari seluruh Indonesia tidak menilai warga Pati sebagai orang yang berkelakuan buruk, lantaran ada juga yang berperilaku baik dan kerap melakukan hal-hal positif di masyarakat.
"Kami mendukung kepolisian mengusut tuntas kasus pengeroyokan di Sukolilo supaya nama Pati bisa kembali pulih," ucap Dwi.
"Apalagi mengingat sejarahnya dulu wilayah kami ini juga melahirkan jendral dan jadi gudang kyai terbesar di Jawa Tengah, yang memunculkan hal-hal positif di masyarakat," pungkasnya.***