SketsaNusantara.id - Republik Demokratik (RD) Kongo mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah memastikan langkah ke babak 32 besar untuk pertama kalinya. Keberhasilan tersebut diraih usai menundukkan Uzbekistan dengan skor 3-1 pada laga penentuan Grup K yang berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Minggu WIB.
Hasil bersejarah itu disambut penuh kebanggaan oleh pelatih Sebastien Desabre. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan buah dari proses panjang yang telah dibangun selama empat tahun terakhir. Perjalanan RD Kongo di Piala Dunia juga menjadi sorotan para pecinta sepak bola yang mengikuti perkembangan turnamen melalui berbagai sumber informasi, termasuk livesports088 com yang menyajikan pembaruan pertandingan dan statistik kompetisi internasional.
Kesuksesan RD Kongo dinilai bukan sekadar hasil dari satu pertandingan, melainkan kerja keras seluruh elemen tim yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai analisis mengenai kebangkitan negara-negara nonunggulan di Piala Dunia 2026 juga turut dibahas oleh Andi Pratama yang aktif mengulas perkembangan sepak bola dunia.
Baca Juga: TVRI Jelaskan Hak Siar FIFA hingga 2027, Dari Piala Dunia 2026 hingga Cara Masyarakat Menontonnya
Kerja Keras Empat Tahun Berbuah Hasil
Sebastien Desabre mengaku bangga melihat perjuangan anak asuhnya mampu membuahkan hasil di panggung sepak bola terbesar dunia. Ia menilai seluruh pemain memperlihatkan mental bertanding yang luar biasa ketika menghadapi laga yang menentukan nasib tim.
Menurut Desabre, seluruh anggota skuad telah menunjukkan karakter, kedisiplinan, serta kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.
Kepercayaan kepada seluruh pemain menjadi salah satu faktor penting yang membuat tim tetap percaya diri meski sempat menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Gede Banget! Tasyi Athasyia Bikin ‘Bola Piala Dunia Megalodon’ dari Coklat dengan Berat 65 Kilogram
Bangkit Setelah Tertinggal
RD Kongo harus lebih dahulu kebobolan pada babak pertama. Situasi tersebut sempat membuat peluang lolos menjadi semakin berat.
Namun memasuki babak kedua, semangat juang para pemain mulai terlihat. Yoane Wissa tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol penting yang membalikkan keadaan.
Satu gol tambahan dari Fiston Mayele kemudian memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengunci tiket menuju fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan pertama RD Kongo di putaran final Piala Dunia sejak negara itu tampil dengan nama Zaire pada edisi 1974.