"Saat itu Bang Ara menyampaikan akan memberikan bonus Rp1 miliar untuk setiap pertandingan di kandang lawan. Saking kepinginnya Persib jadi juara hattrick, 3 kali berturut-turut," jelasnya.
Dari total 7 laga tandang, Dedi Mulyadi menyebut ada 5 pertandingan yang mendapatkan bonus, sehingga total bantuan mencapai Rp5 miliar.
Sebelum bantuan tersebut diberikan, Dedi juga telah memastikan bahwa tidak ada pelanggaran setelah menanyakan hal itu kepada manajemen Persib.
"Saya juga sempat menanyakan apakah ini ada pelanggaran, dan dinyatakan tidak ada. Saya juga meminta izin kepada manajemen Persib apakah boleh dipublikasikan, dan mereka menyatakan boleh," tambahnya.
Meski sempat diminta untuk tidak mempublikasikan bantuan tersebut, Dedi beralasan bahwa keterbukaan informasi kepada publik adalah bagian dari prinsip transparansi yang ia pegang sebagai pejabat publik.
"Meskipun Bang Ara mengatakan pada saya agar bantuan ini tidak disampaikan pada publik, namun saya sebagai seorang yang menjunjung tinggi transparansi, maka setiap pengelolaan keuangan ini harus saya sampaikan," tuturnya.
"Saya lakukan ini agar publik mengetahui aliran dana tersebut yang diberikan Bang Ara sebagai bentuk kecintaan dan tekad agar Persib," ucapnya.
Baca Juga: Penantian 20 Tahun Berakhir, Bupati Gus Fawait Bangga Persid Jember Raih Juara 3 Liga 4 Jatim
Dalam pernyataan yang dirilis melalui laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi kembali menegaskan bahwa dirinya taik mencampuradukkan sepak bola ke ranah politik.
Ia juga menghargai kritik dari Bobotoh dan menjadikan hal tersebut sebagai bagian penting dalam menjaga profesionalisme sepak bola.
Di akhir pernyataannya, Dedi mengajak seluruh pihak untuk tidak memperpanjang polemik yang ada. Ia berharap perhatian publik kembali difokuskan untuk mendukung Persib di laga berikutnya.
"Lebih baik kita tidak banyak membicarakan hal ini secara berkelanjutan. Fokuslah agar Persib suportif dalam pertandingan berikutnya, sehingga cita-cita menjadi juara bisa tercapai." ucap KDM.
"Semangat bertanding habis-habisan, bukan lagi waktunya berdebat habis-habisan di media sosial," pungkasnya.