sports

Penyesalan Terlambat! Fadly Alberto Dicoret dari Timnas U-20 Akibat 'Tendangan Kungfu' Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Selasa, 21 April 2026 | 19:30 WIB
Potret Fadly Alberto (YouTube Metro TV )

 

SketsaNusantara.id – Bintang muda Bhayangkara Presisi FC, Fadly Alberto Hengga, akhirnya buka suara terkait insiden kekerasan yang melibatkan dirinya.

Peristiwa yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 melawan Dewa United kini membuat dirinya di coret di Timnas dan kini membuatnya harus meminta maaf.

Seperti dikutip dari kanal YouTube Metro TV, penyerang Timnas Indonesia U-20 ini menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan tidak terpuji yang ia lakukan.

Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Sakit Apa? 'Oneng' Tetap Ikuti Rapat Paripurna Meski Terbaring di RS dengan Selang Oksigen, Warganet Ramai Doakan Kesembuhan

Insiden yang mencoreng sportivitas ini terjadi pada pertandingan pekan ke-18 EPA U-20 yang berlangsung di Stadion Citarum, Minggu, 19 April 2026. 

Tensi pertandingan mulai memanas di menit ke-75 setelah Dewa United mencetak gol penyama kedudukan.

Pemicu keributan berawal dari para pemain Bhayangkara FC sempat melayangkan protes keras kepada wasit karena menganggap gol tersebut berbau offside.

Di tengah kerumunan protes, terjadi adu mulut antara Fadly Alberto dengan pemain Dewa United, Raka Nurkholis dan dikabarkan ada lontaran kata rasis yang diterima Fadly.

Terpancing emosi, Fadly Alberto tiba-tiba melompat dan melayangkan tendangan fisik yang mengenai area pundak dan kepala bagian belakang pemain lawan. 

Wasit langsung memberikan kartu merah kepada Fadly, sementara tim medis harus segera memberikan perawatan kepada Raka di pinggir lapangan.

Menyadari tindakannya viral dan menuai kecaman luas, Fadly Alberto menyampaikan permohonan maafnya.

"Saya secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Raka Nurkholis, keluarga besar Dewa United, serta seluruh pecinta sepak bola Indonesia. Saya sadar tindakan saya sangat salah dan tidak mencerminkan perilaku seorang atlet," ujar Fadly dalam pernyataannya.

"Tidak ada alasan yang bisa membenarkan kekerasan. Saya siap menerima segala konsekuensi dan sanksi dari pihak klub maupun PSSI sebagai bentuk tanggung jawab saya," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini