SketsaNusantara.id – Di tengah eskalasi konflik geopolitik yang kian memanas di berbagai belahan dunia, FIFA menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia 2026 akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, badan sepak bola dunia menegaskan bahwa FIFA memiliki misi tersendiri sehingga tetap menyelenggarakan.
FIFA menyatakan bahwa mereka ingin menjadikan turnamen sepakbola terbesar setiap 4 tahun sekali ini memiliki pesan kuat tentang perdamaian dan persatuan global.
Baca Juga: Momen Kocak Pak Muh Akhirnya Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Langsung ke Amerika, Endingnya Bikin Haru
Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pernyataannya seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, menekankan bahwa sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan dunia yang sedang terpecah.
Meskipun ketegangan antara negara-negara besar dan konflik di wilayah Timur Tengah terus membayangi, FIFA percaya bahwa membatalkan atau menunda turnamen justru akan memperburuk isolasi antar bangsa.
Bahwa meski dunia saat ini sedang agresif dan terbagi, namun sepak bola menurutnya adalah bahasa universal yang semua kalangan dan semua orang setujui.
Ia menambahkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi perayaan kebahagiaan yang mampu memberikan harapan di tengah masa-masa sulit.
Beberapa poin krusial yang melandasi keputusan FIFA untuk tetap menjalankan turnamen ini sebagai pesan perdamaian, simbol persatuan bangsa serta komitmen inklusivitas.
FIFA akan menjadikan stadion sebagai ruang netral di mana perbedaan politik dikesampingkan demi semangat olahraga.
Dengan format baru 48 tim, turnamen ini akan melibatkan lebih banyak budaya dan bangsa daripada sebelumnya.
FIFA juga berkomitmen memastikan semua tim yang lolos kualifikasi, termasuk negara-negara yang sedang berada dalam pusaran konflik, tetap memiliki hak untuk berpartisipasi.