“Setelah berdiskusi intens, ada kebutuhan untuk merekrut pelatih yang visioner. NPC lantas merekrut mantan pemanah nasional Idya Putra Harjanto sebagai pelatih,” ungkap Ainur.
Bersama Rameez Ali dan Indriyani, Idya Putra Harjanto melakukan pembenahan mendasar terhadap pola latihan. Program latihan tidak lagi bersifat konvensional, tetapi dirancang lebih terstruktur dan berbasis evaluasi berkelanjutan.
“Latihan berlangsung keras, tetapi terstruktur. Semua hasil latihan dicatat, dievaluasi, ditingkatkan. Talent scouting dilakukan dengan serius,” lanjutnya.
Pendekatan berbasis data dan evaluasi ini menjadi pembeda utama dibandingkan metode sebelumnya, sekaligus menjadi fondasi pembinaan prestasi yang berkelanjutan.
Perubahan sistem tersebut mulai menunjukkan hasil nyata pada Paralimpiade Paris 2024. Indonesia berhasil meloloskan empat atlet para panahan, yang kemudian bertambah menjadi lima atlet yang berhak tampil di ajang olahraga tertinggi bagi atlet disabilitas tersebut.
“Hasilnya ternyata berdampak instan. Pada tahun yang sama ketika lolos masuk, 4 atlet Indonesia lolos di Paralimpiade Paris 2024. Lalu menambah 1 atlet menjadi total 5 pemanah yang berhak berlaga di Paris 2024,” tulis Ainur Rohman.
Capaian ini menjadi bukti bahwa pembenahan sistem yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak pada performa dan kualitas atlet di level global.
Puncak dari proses panjang tersebut akhirnya tercapai pada ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Thailand pada awal tahun 2026 ini.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tim Para Panahan Indonesia keluar sebagai juara umum.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tim Para Panahan Indonesia menjadi juara umum ASEAN Para Games,” tulis Ainur dengan nada penuh kebanggaan.
Dalam ajang tersebut, Indonesia berhasil meraih 5 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu, menegaskan dominasi para pemanah Indonesia di tingkat Asia Tenggara.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga simbol keberhasilan pembinaan berbasis sistem yang dijalankan secara konsisten dan terukur.
Sebagaimana disampaikan Ainur Rohman, perubahan yang dimulai dari sistem, organisasi, dan pola pembinaan menjadi kunci lahirnya prestasi berkelanjutan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @ainurrohman, kisah Tim Para Panahan Indonesia menjadi contoh nyata bahwa reformasi internal yang konsisten mampu membawa olahraga nasional menembus batas prestasi dan mencetak sejarah baru di tingkat regional maupun global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!