SketsaNusatara.id - Perjalanan hidup Eliana menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.
Kisah inspiratif atlet angkat berat NPC Indonesia ini mencuri perhatian publik setelah keberhasilannya meraih medali emas di ajang ASEAN Para Games Thailand 2025.
Kurang dari tiga tahun lalu, Eliana masih menjalani kehidupan sederhana sebagai buruh cuci. Ia bekerja membantu tetangganya di Desa Derasan, Susukan, Kabupaten Semarang.
Baca Juga: Mengenal Kelme, Brand Legendaris Spanyol yang Kini Membalut Skuad Garuda
“Kurang dari tiga tahun lalu, Eliana bekerja sbg buruh cuci utk tetangganya di Desa Derasan, Susukan, Kabupaten Semarang,” tulis akun X @ainurohman. Pekerjaan tersebut dijalaninya dengan penuh ketekunan demi menyambung hidup.
Eliana tidak hanya mencuci pakaian di satu tempat. Ia berpindah dari rumah ke rumah demi mendapatkan penghasilan harian. Bahkan, upah yang diterimanya sangat minim.
“Kadang cucinya diantarkan. Kadang dia ke rumah tetangganya. Bayaran seikhlasnya. Dibayar Rp 25 ribu juga tak apa,” tulis @ainurohman dalam unggahannya.
Baca Juga: Berbagi Poin, Persid Jember Kokoh di Puncak Grup KK Liga 4 dan Lolos, Perseba Bangkalan Harus Gugur
Kondisi ini mencerminkan kerasnya perjuangan Eliana dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di tengah keterbatasan tersebut, Eliana tetap berusaha memperkaya diri dengan keterampilan lain. Selain bekerja sebagai buruh cuci, ia juga mengajar membuat batik tulis.
“Selain itu, Eliana hidup dgn mengajar membuat batik tulis di Ponpes Bina Insani, Susukan, Semarang,” tulis sumber tersebut. Aktivitas ini menunjukkan semangat Eliana untuk tetap produktif dan mandiri.
Titik balik kehidupan Eliana terjadi ketika seorang pelatih dari NPCI Salatiga datang menawarkan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Lalu pelatih NPCI Salatiga datang memberikan tawaran yg aneh baginya: menjadi atlet angkat berat,” tulis @ainurohman.