Dalam wawancara yang dikutip, Thom Haye tidak menutupi rasa kecewanya. Ia bahkan menyebut jadwal tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
“Saya bisa katakan, bagi saya ini sangat gila dengan menempatkan jadwal pertandingan di tanggal 27 Desember. Saya rasa semua tahu mengenai periode ini, jadi bagi kami untuk bermain di periode ini, menurut saya ini gila,” ujar Haye.
Lebih lanjut, Haye juga membandingkan waktu persiapan timnya dengan tim lain. Ia menilai adanya ketimpangan dalam pengaturan jadwal.
“Terutama jika melihat jadwal pertandingan tim lain, waktu yang mereka miliki, dan kami pada periode ini harus tetap bermain. Jadi, menurut saya ini tidak benar,” tambahnya.
Meski demikian, Thom Haye tetap menunjukkan sikap profesional sebagai pesepakbola. Ia menegaskan bahwa dirinya dan tim akan tetap menjalani pertandingan tersebut dengan maksimal.
“Tapi, di sisi lain, kami juga perlu tahu bahwa kami harus melakukannya. Jadi, kami akan bersiap dan kami juga punya waktu untuk memastikan bahwa kami siap,” tutup Haye.
Kasus yang dialami Thom Haye menjadi contoh nyata tantangan yang dihadapi pemain profesional di tengah padatnya kalender kompetisi.
Di satu sisi, kompetisi harus tetap berjalan sesuai jadwal. Namun di sisi lain, perhatian terhadap kondisi personal pemain juga dinilai penting demi menjaga kualitas dan keberlanjutan sepak bola nasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!