AFF sebelumnya dikabarkan mempertimbangkan opsi pemindahan lokasi pertandingan ke negara netral, seperti Laos atau Vietnam. Namun rencana tersebut menemui kendala.
“Namun Svay Rieng sebagai tuan rumah enggan menanggung biaya untuk hal tersebut,” lanjut penjelasan GSIO. Kondisi ini membuat situasi semakin rumit dan membuka potensi sanksi bagi Bangkok United.
Menariknya, dalam laporan yang sama disebutkan bahwa Bangkok United tetap bersikukuh pada pendiriannya. Klub tersebut bahkan dikabarkan siap menerima segala konsekuensi.
“Mereka bahkan siap menerima hukuman apa pun, termasuk kekalahan dari Svay Rieng,” tulis GSIO, menegaskan betapa seriusnya kekhawatiran pihak klub terhadap faktor keamanan.
Situasi ini tentu berdampak pada pemain, termasuk Pratama Arhan. GSIO menutup isi unggahannya dengan menyoroti posisi pemain Timnas Indonesia tersebut.
“Dengan sikap ini, pemain asal Indonesia, Pratama Arhan juga terdampak atas konflik Thailand dan Kamboja karena ia juga menjadi salah satu pemain Bangkok United,” tulis GSIO.
Bagi Bangkok United, keputusan ini bukan semata-mata soal kompetisi, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan pemain dan staf.
Sementara bagi Pratama Arhan, situasi ini menjadi tantangan tersendiri dalam perjalanan karier internasionalnya bersama klub luar negeri.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!