SketsaNusantara.id - Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh para punggawa Timnas Indonesia.
Kali ini, dua nama yang tengah menjadi sorotan publik, Maarten Paes dan Dean James, turut ambil bagian dalam aksi bantuan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra.
Dilansir SketsaNusantara.id bahwa kepedulian tersebut disampaikan melalui unggahan akun X(Twitter) @TimnasXtra, yang menegaskan bahwa sepak bola bukan semata soal pertandingan, melainkan juga tentang kemanusiaan.
“More than football. Following Calvin Verdonk, Maarten Paes and Dean James also stand with the people of Sumatra,” tulisnya disertai simbol hati berwarna merah sebagai penegas empati.
Kalimat tersebut secara lugas menggambarkan bahwa aksi yang dilakukan para pemain ini merupakan kelanjutan dari kepedulian yang sebelumnya telah ditunjukkan oleh Calvin Verdonk, sesama pemain Timnas Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram @pemainketurunan.id, bantuan dari Maarten Paes dan Dean James telah didistribusikan langsung ke daerah terdampak bencana, tepatnya di Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara.
Bantuan tersebut menyasar masyarakat yang terdampak paling parah, termasuk anak-anak dan lansia, yang membutuhkan dukungan cepat pascabencana.
Langkah ini menjadi bentuk nyata dari kampanye kemanusiaan melalui #FootballForHumanity, yang menekankan bahwa peran pesepak bola dapat melampaui lapangan hijau.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat. Di antaranya adalah beras sebagai sumber pangan utama, pakaian layak pakai untuk para korban yang kehilangan harta benda, serta obat-obatan guna menunjang kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak.
Seluruh bantuan tersebut telah diserahkan langsung kepada warga, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi foto yang memperlihatkan anak-anak memegang papan bertuliskan “Terima kasih Maarten Paes” dan “Terima kasih Dean James.”
Unggahan tersebut juga menunjukkan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolik. Distribusi bantuan dilakukan secara langsung ke lapangan, memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.