“Kepada Coach Patrick kami ucapkan terima kasih untuk segala usahanya, namun sayang, dalam pandangan kami, keberanian anda menjawab tantangan selama ini belum cukup. Taktik yang anda jalankan agar menjadi pemenang tidak berjalan, semua sudah menjadi usang, kepercayaan kami sudah hilang,” lebih lanjut, LGI menyoroti kepemimpinan Patrick Kluivert yang dinilai gagal membangun identitas permainan tim.
Ungkapan ini menggambarkan bahwa hubungan antara pendukung setia Garuda dan sang pelatih sudah berada di titik nadir.
Bagi LGI, kegagalan demi kegagalan tanpa perbaikan nyata tidak lagi bisa ditoleransi.
Yang paling tegas dalam pernyataan tersebut adalah seruan agar Patrick Kluivert segera meninggalkan jabatannya.
“Bahkan untuk memohon maaf atas kegagalan, di dalam stadion setelah kalah melawan Irak pun anda tidak mampu untuk berjalan menemui kami, para suporter yang sudah berdiri sejak pertama putaran. Silahkan mencari jalan keluar secepatnya, it’s nothing personal, it’s just business,” tegasnya.
Kalimat terakhir itu menjadi penegasan bahwa tuntutan ini bukan berdasarkan emosi semata, melainkan bentuk evaluasi profesional dari para suporter yang merasa kecewa melihat arah tim nasional yang tidak kunjung membaik.
Unggahan tersebut juga disertai gambar bertuliskan besar “OUT!” dengan foto sang pelatih di latar belakang, sebuah pesan visual yang tak bisa disalahartikan.
Tak hanya ditujukan kepada Kluivert, LGI juga menyerukan agar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turun tangan langsung untuk mengevaluasi kegagalan ini.
Baca Juga: Harapan di Piala Dunia 2026 Hancur, Erick Thohir Minta Maaf dan Sebut ini Sejarah
“Bapak Erick Thohir selaku Ketua Umum Federasi harus mengambil langkah tanggung jawab atas kegagalan ini, terutama dalam dua pertandingan di ronde keempat. Kami ingin segala penyebabnya dibuka agar menjadi terang, karena dalam kegelapan bahkan bayanganmu juga akan meninggalkan,” serunya kepada Erick Thohir.
Pernyataan itu menegaskan bahwa transparansi dan tanggung jawab dari federasi adalah hal yang mutlak.
Para suporter menuntut kejelasan atas perjalanan yang penuh harapan namun berakhir mengecewakan.
La Grande Indonesia juga mengenang perjuangan panjang dua tahun terakhir dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.