Netizen menilai keempat orang tersebut juga perlu bertanggung jawab atas kegagalan timnas.
Salah satunya lantaran dinilai kerap memecah fokus hingga membuat suasana kian keruh.
“Perjalanan timnas kali ini bener-bener kayak roller coaster with no brake, dibayangin sama gocekan buzzer dan influencer yang kerjaannya cuma bikin drama dan noise,” komentar @b*************e.
Bukan bantu fokus malam bikin suasana makin panas kayak match final tapi off the field,” tulis akun tu lagi.
“Masalahnya federasi malah ikutin mulut mereka, itu yang aneh,” komentar netizen lainnya.
Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick Thohir Panaskan Semangat Garuda dengan Pesan Khusus
Beberapa akun X juga menyinggung sejumlah pernyataan komentator di atas yang dinilai tidak konsisten.
Akun @Betakopites misalnya, kembali mengungkit komentar Bung Towel saat masa kepelatihan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
“Towel saat era STY: STY strateginya terlalu defensif bla bla bla. Ole punya potensi yang bagus bla bla bla,” tulis akun itu.
Sementara saat Patrick Kluivert melathi, komentar Bung Towel tentang Ole Romeny berbeda.
“Secara stratefi sudah bagus bla bla bla. Tapi liat Ole, pemain yang belum punya daya ledak bla bla bla,” ungkap pemilik akun.
Netizen pun beramai-ramai menyerukan aksi boikot terhadap keempat sosok tersebut.
“4 Manusia toxic yang bikin sepak bola Indonesia rusak. Boikot jangan dikasih panggung apalagi besaok si botal itu amit-amit deg ngejilatnya,” komentar netizen lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!