SketsaNusantara.id - Setelah sebelumnya menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia 2-3 dari Arab Saudi pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Ferry Irwandi kini kembali mencuri perhatian publik sepak bola Tanah Air lewat analisis mendalamnya jelang laga Indonesia melawan Irak.
Pertandingan ini akan menjadi laga terakhir Grup B ronde keempat dan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025 pukul 02.30 WIB di King Abdullah Sports City Stadium, Arab Saudi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram Story-nya @irwandiferry, Ferry Irwandi memaparkan pandangan teknisnya terkait gaya permainan Irak di bawah asuhan pelatih Graham Arnold.
Ia menyebut bahwa karakteristik permainan Irak saat ini sangat tradisional, dengan pola yang mengandalkan fisik dan umpan silang jarak jauh (crossing).
“Iraq era Arnold ini bener-bener ngeliat bola era akhir 90-an, ini tim paling tradisional yang gue kulik, itu plus dan minus sih,” tulis Ferry.
Menurut Ferry, gaya klasik yang diterapkan Arnold memang punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, kata dia, terletak pada kemampuan Irak memainkan pola yang disiplin, keras, dan penuh duel udara.
“Plus karena mereka jago banget mainin pakem ini dan sangat fisikal,” tambahnya.
Namun di sisi lain, Ferry menilai bahwa gaya bermain seperti itu sudah tidak sepenuhnya relevan dengan sepak bola modern yang kini lebih menekankan kecepatan dan variasi serangan.
“Minus karena udah gak relevan di sepak bola sekarang,” ungkapnya.
Ferry juga mengungkap bahwa tingkat crossing Irak per 90 menit menjadi salah satu yang tertinggi di dunia saat ini.
“Cross per 90 menutenya salah satu yang paling tinggi di dunia sekarang,” tulisnya sambil menambahkan, “Siapa coba tim yang mainin crossing kotak penalti sekarang? Hahahaha.”